Pernyataan tersebut langsung memicu beragam respons dari warganet. Tak sedikit netizen yang mengaitkan bantahan Na Daehoon dengan keputusan pengadilan terkait hak asuh anak. Sejumlah warganet menilai keputusan hakim yang memberikan hak asuh kepada Na Daehoon menjadi alasan mengapa tudingan KDRT diragukan.
“Kalau emang KDRT, harusnya seorang ibu bakal memperjuangkan hak asuh anak-anaknya. Masa iya nyerahin hak asuh ke orang tua yang KDRT,” tulis seorang netizen.
Netizen lain juga mempertanyakan keputusan Jule yang disebut menyerahkan hak asuh anak-anaknya.
“Kalau tahu KDRT, kenapa anak-anaknya nggak dibawa?” tulis warganet lainnya.
“Kalau KDRT, anak-anak pasti nggak dikabulin hakim untuk ikut ke pelaku KDRT,” komentar netizen lain.
Sebelumnya, Jule lebih dulu menjadi sorotan publik akibat isu perselingkuhannya dengan pria bernama Safrie yang ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Tekanan publik yang begitu besar disebut berdampak pada kondisi mental Jule, hingga akhirnya ia memilih menyampaikan klarifikasi melalui pesan langsung (DM) yang kemudian tersebar luas.
Dalam pengakuannya, Jule mengaku telah berusaha menemui Na Daehoon untuk meminta maaf secara langsung. Namun, situasi dinilai semakin rumit karena reaksi netizen yang terus memperkeruh suasana. Kontroversi semakin memanas ketika Jule mengklaim bahwa perselingkuhan tersebut memiliki latar belakang serius, yakni dugaan KDRT yang ia alami selama berumah tangga dengan Na Daehoon.