“Bayangkan anak saya yang jatuh dari lantai enam gedung kampus dibopong lalu didudukkan di kursi roda dan didorong ke kendaraan (taksi online) dan ditidurkan lagi di taksi online,” tulis Levi dengan nada kecewa.
Ia mempertanyakan alasan pihak penyelenggara yang tidak segera memanggil ambulans, padahal waktu tunggu dinilai tidak jauh berbeda dan kondisi korban sangat kritis.
Akibat kecelakaan tersebut, Lexi mengalami cedera serius dan harus menjalani perawatan jangka panjang. Levi merinci kondisi medis putranya melalui Instagram Story pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Lexi mengalami tulang ekor remuk hingga harus dipasang pen, trauma ginjal yang sempat tidak berfungsi, paru-paru terendam cairan darah, serta sobekan pada organ hati.
“Selama satu tahun harus memakai kateter ke mana-mana. Selama satu tahun aktivitas menggunakan kursi roda, bertahap pakai tongkat. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubitus untuk kenyamanan tulang ekornya,” lanjut Levi.
Upaya keluarga untuk meminta kejelasan terus berlanjut. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, Keisya Levronka tampak hadir langsung mendampingi sang ibu dalam pertemuan dengan pihak Universitas Tarumanagara. Ia datang bersama kekasihnya, Nyoman Paul.
Momen tersebut dibagikan Levi melalui unggahan foto yang memperlihatkan Keisya dan Paul duduk di ruang tunggu sebuah kantor di area kampus.