Chelsea tidak berhenti sampai di situ. Ia berkonsultasi dengan dokter penyakit dalam (internis) dan menjalani pemeriksaan darah lengkap. Hasilnya kembali menunjukkan kondisi relatif baik, meski ada beberapa parameter yang sedikit rendah.
Ia juga kembali ke obgyn untuk melepas IUD. Pemeriksaan ulang tetap tidak menemukan miom, kista, maupun kelainan lain. Meski begitu, perdarahan tetap berlangsung.
“Sudah ada empat macam obat dan tiga dokter, tapi tidak juga berhenti,” tulisnya.
Selama dua bulan mengalami gangguan tersebut, Chelsea merasakan perubahan fisik yang cukup signifikan.
“Terlihat seperti hamil padahal tidak. Perut membengkak, kram, lemas, dan terkadang disertai pusing. Dalam dua bulan aku hampir naik berat badan 5 kilogram,” tulisnya sembari mengunggah foto kondisi perutnya.
Ia juga mengalami pembengkakan pada wajah dan mata saat bangun tidur, mual, hingga kelelahan berkepanjangan. Kondisi ini turut memengaruhi aktivitas dan emosinya.