Foto :

Kongres ini juga menjadi forum pembahasan Rencana Induk Pengembangan BPI, yang akan mendorong Rencana Induk Perfilman Nasional, amanah UU 33 Tahun 2009 tentang perfilman, serta dokumen strategis yang akan menjadi panduan ekosistem perfilman Indonesia dalam jangka panjang berdasarkan RPJPN dan Rencana Induk Pemajuan
Kebudayaan (RIPK).

Rencana Induk ini mencakup peta jalan pengembangan SDM, infrastruktur produksi, distribusi, promosi, serta kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan industri film yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan hingga 2045.

Fauzan Zidni adalah seorang produser film dan eksekutif media dengan rekam jejak lebih dari 14 tahun. Fauzan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) periode 2016-2019, dan menjadi Dewan Penasihat sejak 2019.

Fauzan menyelesaikan studi sarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia dan magister kebijakan publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Ia merupakan produser di Cinesurya bersama Rama Adi, memproduksi film, di antaranya; What They Don't Talk About When They Talk About Love, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Tukar Takdir dan Perang Kota.

Sempat berkarier sebagai Executive Producer/Head of Original Content di The Walt Disney Company Indonesia pada tahun 2022–2024, Fauzan memimpin tim yang bertanggung jawab atas kesuksesan 10 konten original dan 10 proyek pengembangan.

Topik Terkait