Foto : POPLICIST Publicist

Visualisasi yang tampak ‘liar dan berani’ adalah sisi fantasi film Monster Pabrik Rambut, meneruskan visi sinematik dari filmografinya terdahulu.

Lewat Monster Pabrik Rambut, Edwin menghadirkan gagasan horor yang hadir dari rutinitas keseharian para pekerja. Menggabungkannya dengan genre yang paling populer, menjadi sebuah pengalaman menonton horor yang berbeda.

Di Monster Pabrik Rambut, Edwin bermain dengan bentuk horor. Bukan dalam bentuk horor spiritual, namun terinspirasi dari horor dan film retro Indonesia era ‘80-an, dengan menciptakan ketegangan dari nuansa atmosferik dan banyak mengandalkan practical effect.

“Ketegangan dan teror horor di Monster Pabrik Rambut tercipta dari situasi kita bekerja sehari-hari yang kita hadapi, tanpa harus bersinggungan dengan setan. Ada bentuk lain yang menjadi sumber teror,” ujar sutradara Edwin.

Untuk menciptakan nuansa atmosferik horor fantastis retro di Monster Pabrik Rambut, Edwin menggandeng desainer produksi Menfo Tantono, Pemenang Piala Citra FFI 2024 untuk Penata Artistik Terbaik.

Edwin dan Menfo menyulap Studio PFN menjadi sebuah pabrik rambut dengan kehadiran rambut asli hingga sekitar dua truk, beserta manekin, prostetik, sisir paku, dan berbagai elemen yang ada di pabrik rambut/wig di dunia nyata.

Topik Terkait