Film ini menghadirkan berbagai karakter gaib dengan kepribadian yang beragam, mulai dari Noni Belanda, Genderuwo, Pocong Karuhun, hingga sejumlah penghuni dunia khodam lainnya. Mereka tidak hadir untuk menakut-nakuti manusia, melainkan berjuang menyelamatkan dunia mereka sendiri.
Dheeraj menjelaskan bahwa ide film ini berangkat dari realitas yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat.
"Cek Khodam lahir dari fenomena yang sangat dekat dengan masyarakat. Kami melihat bagaimana tren ini menjadi bagian dari percakapan sehari-hari dan kemudian mengembangkannya menjadi sebuah horor komedi yang segar, lucu, dan relevan dengan kehidupan saat ini," ujar Dheeraj Kalwani.
Di balik hiburan dan komedi, Cek Khodam juga menyentil realitas kehidupan modern. Film ini menggambarkan bahwa ketakutan terbesar manusia saat ini sering kali bukan lagi datang dari dunia gaib, melainkan dari persoalan hidup sehari-hari.
Melalui tawa, petualangan, dan kekacauan dunia khodam, film ini mengajak penonton menikmati hiburan yang ringan, segar, dan dekat dengan kehidupan masa kini.