"Karakter Arumi mengajarkan saya banyak hal tentang ketegaran. Kekuatan Arumi bukan terletak pada dirinya yang tidak pernah bersedih, melainkan bagaimana cara dia untuk tetap tegar melangkah meskipun hatinya sedang terluka. Saya berharap penonton yang menyaksikan perjalanan Arumi bisa memetik pesan bahwa setelah melewati masa-masa sulit, selalu ada hal-hal baik yang menanti di depan. Di sisi lain, proyek ini juga memberikan tantangan unik bagi saya pribadi. Dulu saat masih SD, saya pernah syuting bersama Kak Chicco di mana beliau berperan sebagai kakak ipar saya. Kini, kami dipertemukan kembali sebagai pasangan. Transformasi dari dinamika masa lalu ke peran romantis saat ini tentu menjadi tantangan menarik yang kami bangun secara profesional," ucap Marsha Aruan.
Chicco Jerikho turut membagikan pengalamannya membangun karakter dokter kandungan dalam serial ini, sekaligus memuji chemistry yang terbangun bersama Marsha Aruan selama proses syuting.
"Sebenarnya tugas saya di sini adalah memberikan 'napas' pada karakter yang sudah ditulis dengan sangat matang. Sebagai aktor, saya hanya memberikan bumbu pelengkap, didukung oleh lawan main yang luar biasa suportif sehingga chemistry kami terbangun dengan sangat natural. Karakter dokter ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Selain riset, kami beruntung karena set syuting dilakukan di rumah sakit sungguhan, sehingga saya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter asli di lokasi untuk memastikan setiap detail adegan akurat. Meskipun dinamika di lapangan cukup menantang di mana skenario terkadang baru kami terima malam hari untuk syuting esok pagi, proses transformasi menjadi karakter ini langsung terasa kuat begitu saya mengenakan baju dokter," ujar Chicco Jerikho.
Sinetron ini disutradarai oleh Gita Asmara, yang sebelumnya sukses menyutradarai Terbelenggu Rindu, dengan naskah cerita ditulis oleh Rebecca M. Bath.