img_title
Foto : Dailymail.co.uk

IntipSeleb Barat Pangeran Andrew memang memiliki rekam jejak yang buruk pasca skandal kasus pedofilia yang menyeret namanya. Namun, baru-baru ini informasi mengenai penangangan kasusnya kembali diperbicangkan.

Salah satu pengacara Amerika Serikat (AS) Geoffrey Berman yang terlibat dalam penyelidikan kasus Pangeran Andrew menuduh Andrew mendapat bekingan dari Kerajaan Inggris. Pengacara tersebut mengatakan bahwa Andrew dilindungi oleh otoritas Inggris dari jaksa AS yang menyelidiki hubungannya dengan pemodal dan pelaku seks Jeffrey Epstein.

Seperti apa beritanya? Berikut dilansir dari The Guardian, pada Jumat, 16 September 2022 informasi lengkapnya.

Berita Soal Bekingan Pangeran Andrew Muncul Sebelum Pemakaman Ratu

viva.co.id
Foto : viva.co.id

Sebelumnya, Geoffrey Berman dipecat sebagai pengacara AS untuk distrik selatan New York (SDNY) pada Juni 2020. Dalam memoar mengejutkan yang diterbitkan beberapa hari sebelum pemakaman Ratu Elizabeth II, Geoffrey Berman mengatakan dia 'sama sekali tidak berhasil' dengan upayanya untuk membawa putra kesayangan ratu ke pengadilan atas hubungannya dengan pemodal pedofilia.

Berman menulis bahwa pengacara Andrew, menepis permintaannya untuk wawancara dengan mengatakan mereka akan 'mempertimbangkannya.' Dia mengklaim bahwa bahkan Scotland Yard tidak membantu ketika dia secara resmi meminta bantuan sehubungan dengan Duke, meskipun mereka biasanya sangat kooperatif.

Kesimpulan Berman adalah bahwa 'seseorang' menolak usahanya untuk menyelamatkan Andrew dari keharusan menjawab pertanyaan tentang dugaan berhubungan seks dengan korban Epstein berusia 17 tahun.

Tuduhan Berman tentang campur tangan politik di yurisdiksi paling bergengsi dalam hukum AS itu telah memicu berita tentang penyelidikan anak mendiang Ratu Elizabeth II itu. Klaimnya tentang halangan dalam masalah Pangeran Andrew dan Epstein itu tentu dapat menyebabkan kekhawatiran di keluarga kerajaan yang sedang mengurusi upacara kematian dan pemakaman Ratu.

Andrew Disebut Mempersulit Penyelidikan

Newyorker.com
Foto : Newyorker.com

Sebelumnya, Pangeran Andrew mengeluarkan pernyataan pers yang mengatakan bahwa dia akan bersedia membantu penyelidikan penegakan hukum dan mengatakan hal yang sama kepada BBC. Akan tetapi, Berman menulis bahwa dia merasa sangat frustrasi saat penyelidikan setelah dia meminta dua jaksanya untuk menghubungi orang-orang Andrew untuk mengatur wawancara. Mereka menghabiskan 'dua minggu hanya untuk mencari tahu siapa pengacaranya,' tulis Berman.

“Kami mencoba menelepon Istana Buckingham dan mereka tidak membantu. Kami mencoba menghubungi atase Departemen Kehakiman dan departemen luar negeri tetapi tidak berhasil. Ketika kami akhirnya menemui pengacaranya, mereka tidak menjawab semua pertanyaan yang kami miliki" kata Berman.

Berman mengira bahwa Pangeran Andrew mendapat perlindungan dari seseorang atau dari kerajaan. Selain itu, dia juga mengatakan SDNY tidak tertarik dengan pernyataan tertulis dari sang pangeran.

"Bukan itu cara kami melakukan penyelidikan, bahkan untuk bangsawan Inggris," kata dia. Sesuai dengan tuduhannya yang lain tentang campur tangan pemerintahan Trump di SDNY, Berman juga mengatakan orang yang memecatnya saat itu Jaksa Agung AS William Barr melihat kasus Epstein sebagai pion yang berguna dalam permainan politik dengan pemerintah Inggris.

Berman mengatakan pertukaran email tanpa akhir membuatnya jelas bahwa mereka mendapatkan masalah dari pengacara yang tidak ingin Pangeran berbicara tentang Epstein. "Dia (Pangeran Andrew) tidak akan pernah duduk bersama kami (untuk menceritakan kasusnya) meskipun dia meyakinkan publik bahwa dia siap, mau dan mampu bekerja sama untuk mengungkap kasusnya," ujarnya. (nes)

Topik Terkait