img_title
Foto : Instagram

IntipSeleb – Billie Eilish mulai terbuka dengan keyakinannya. Penyanyi 18 tahun itu mengaku bahwa dia pernah menjadi orang yang sangat religius di masa lalu. Namun, seiring bertambahnya usia kepercayaan yang ia yakini mulai menghilang.

Tak hanya itu, Billie juga memberi tahu penggemar tentang latar belakang keluarga yang telah membentuknya dalam pencarian keyakinan. Yuk simak artikelnya!

Baca Juga: Miris, Alasan Billie Eilish Gak Mau Punya Pacar Akhirnya Terungkap

Pernah Religius


Sumber foto: foxnews.com

Dalam wawancara terbaru bersama Apple Music, Billie Eilish mengatakan bahwa dia menjadi sangat religius ketika masih kecil. Meskipun tak memiliki keluarga yang taat, pelantun lagu Bad Guys tersebut mengaku bahwa ia memiliki pribadi yang taat tanpa alasan. 

“Aku tidak tahu apakah ada di antara kalian yang tahu, kurasa aku belum pernah membicarakannya. Ketika aku masih kecil, aku sangat religius tanpa alasan. Keluargaku tidak pernah taat beragama. Aku tidak mengenal siapa pun yang taat beragama. Untuk beberapa alasan, sebagai seorang gadis kecil, aku menjadi pribadi taat beragama,” kata Billie dilansir IntipSeleb dari Fox News pada Rabu, 22 Juli 2020.

Billie melanjutkan bahwa hampir bertahun-tahun ia memiliki keyakinan yang kuat hingga keadaan berubah dengan drastis. Perempuan kelahiran Los Angeles tersebut mulai merasakan kehilangan dalam dirinya. Tak hanya itu, Billie juga sempat menjadi orang yang anti-agama.

“Kemudian pada satu titik, aku tidak tahu apa yang terjadi. Itu benar-benar hilang. Aku tidak tahu mengapa itu terjadi. Aku tidak tahu apa yang membuatku seperti itu. Kemudian setelah mengalami periode dalam hidupku, aku mulai menyukai gagasan kepercayaan lain,” terang Billie.

Belajar Keyakinan Orang Lain

Instagram/@billieilish
Foto : Instagram/@billieilish

Setelah kehilangan cara pandang, Billie pun mulai mempelajari berbagai kepercayaan orang-orang. Sahabat Justin Bieber tersebut mengungkapkan bahwa dia senang mendengar cerita orang lain tentang apa yang mereka yakini. Dia mulai sering berdiskusi tentang berbagai agama yang ada di dunia dan bertanya mengapa mereka mempercayai hal-hal yang mereka lakukan.

“Terutama jika aku tidak setuju, karena aku suka mendengarkan dan aku suka mengerti. Aku pikir sangat penting untuk mendukung semua kepercayaan di dunia dan semua pendapat dan tidak menghakimi orang untuk apa yang mereka yakini,” kata Billie.

Orangtuanya pun sangat mendukung dengan keputusan Billie. Bahkan, sejak kecil mereka tidak pernah pergi ke gereja atau membahas agama sebab sang ayah, Patrick O'Connell ingin menyaksikan putrinya mencari keyakinannya sendiri. Pemilik album When We All Fall Asleep, Where Do We Go? ini mengatakan bahwa saat ini ia adalah orang yang netral terhadap agama.

“Aku percaya dan aku tidak percaya. Aku dalam posisi yang sangat netral. Aku sangat terbuka untuk setiap kepercayaan. Aku suka dengan gagasan bahwa ada Tuhan. Jadi mengapa tidak? Bagaimana aku tahu? Aku tidak akan mengatakan aku tahu atau tidak, karena (keberadaan Tuhan) tidak ada yang tahu," kata Billie Eilish.

Topik Terkait