img_title
Foto : Freepik.com

Jika hubungan emosional telah terbentuk, pelaku akan lebih mudah melakukan pelecehan seksual atau bentuk eksploitasi lain. Dalam banyak kasus, korban tidak berani melawan karena adanya ketimpangan usia dan kekuasaan. Tak jarang, pelaku juga melakukan intimidasi dan ancaman agar korban tidak membuka kejadian tersebut ke orang lain.

Bahkan, pelaku dapat berusaha memisahkan anak dari keluarganya dengan menanamkan keyakinan bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang benar-benar memahami korban, melebihi orang tua atau lingkungan terdekat.

Ciri dan Pola Umum Child Grooming

Penting dipahami bahwa child grooming bukan tindakan tunggal. Berikut beberapa ciri umum yang sering terjadi:

  1. Proses bertahap: Terjadi dalam jangka waktu panjang, bukan secara instan.
  2. Membangun kepercayaan: Pelaku menampilkan citra baik dan sering kali dipercaya oleh lingkungan sekitar korban.
  3. Manipulasi emosional: Memanfaatkan kerentanan psikologis anak.
  4. Terjadi secara daring dan luring: Melalui pertemuan langsung, media sosial, hingga game online.
  5. Berujung eksploitasi seksual: Tujuan akhir dari seluruh proses grooming.

Dampak Child Grooming pada Anak

Anak yang menjadi korban child grooming umumnya rela melakukan apa pun demi menyenangkan pelaku. Kondisi ini dapat memicu berbagai dampak serius, baik fisik maupun mental, seperti:

Topik Terkait