img_title
Foto : Ist

Dua puluh sembilan atau tiga puluh malam Ramadan selalu terasa singkat. Dan setelah berlalu, yang paling sering kita rindukan bukan makanan berbukanya, melainkan momen kebersamaan itu.

Tradisi nonton dakwah bareng mungkin terdengar sederhana, bahkan kuno. Tapi di balik kesederhanaannya, tersimpan sesuatu yang sulit didapat dari mana pun: waktu bersama yang punya arah, yang mempererat bukan hanya hubungan antarmanusia, tapi juga hubungan tiap anggota keluarga dengan Tuhannya.

Malam ini, coba matikan layar masing-masing. Duduk bersama. Dan biarkan satu layar itu menyatukan kalian.

Topik Terkait