img_title
Foto : Ist

Pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja. Program partisipatif yang tersedia sepanjang tiga hari itu berhasil menarik perhatian besar, antara lain kelas memasak Japchae dan Bulgogi Gimbap bersama chef ternama menggunakan bahan khas Korea, permainan “Temukan Produk Korea yang Asli” untuk mengedukasi konsumen agar bisa membedakan produk orisinildengan produk tiruan, serta zona permainan tradisional Korea.

Di lokasi yang sama, Korean Cultural Center Indonesia (KCCI) menggelar Oulim Festival yang langsung disambut antusias oleh generasi muda Bandung. Festival ini menghadirkan K-POP Dance Academy, Babak Final Kompetisi Cover Dance Jawa Barat, sesi pengalaman K-Beauty, hingga Random Play Dance.

Kolaborasi antara Oulim Festival dari KCCI dan acara K-Food dari aT mengubah seluruh area menjadi satu ruang festival yang memungkinkan pengunjung merasakan Korea lewat semua indera mereka.

Shin Dong-hee, Direktur aT Jakarta, mengaku menyaksikan langsung tingginya animo masyarakat Bandung terhadap produk Korea.

“Di Bandung, saya menyaksikan langsung betapa tingginya popularitas produk agro-makanan Korea yang bersinergi dengan K-Culture,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan komitmen aT ke depan.

“Untuk memperkenalkan produk agro-makanan Korea yang aman dan sehat kepada masyarakat Indonesia, kami akan mengupayakan agar lebih banyak lagi produk makanan Korea yang mendapatkan sertifikasi halal. Selain itu, kami berkomitmen untuk memperluas jangkauan distribusi produk pangan Korea ke berbagai wilayah daerah, tidak hanya terbatas di Jakarta,” pungkas Shin Dong-hee.

Topik Terkait