img_title
Foto : Instagram/dr.tirta

"Yang pertama adalah kalian kalau ke mana-mana aktivitas outdoor walaupun abunya tipis, itu harus memakai masker," ujar dr Tirta dalam video tersebut.

Ia kemudian menjelaskan bahwa abu vulkanik yang terhirup secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut bisa diawali dengan reaksi alergi hingga berpotensi menyebabkan masalah pernapasan yang lebih serius.

Dr Tirta juga menyinggung pengalamannya ketika pernah terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Kelud dan Gunung Merapi.

Jangan Sapu Abu Vulkanik Secara Sembarangan

Selain menggunakan masker, dr Tirta juga memberikan tips ketika masyarakat harus membersihkan abu vulkanik yang menempel di rumah maupun halaman.

Ia mengingatkan agar abu tidak langsung disapu dalam kondisi kering. Menurutnya, aktivitas tersebut justru dapat membuat partikel abu kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.

"Kalau kalian mau bersihin abu yang ada di rumah, di halaman, jangan disapu, karena itu tambah terbang, tambah sesak napas dan batuk-batuk. Disiram pakai air," katanya.

Topik Terkait