img_title
Foto : Istimewa

Menurutnya, pertama pengetahuan yang minim atas usaha mikro dan kecil perihal manajemen bisnis. Salah satu contoh seperti literasi keuangan.

"Catatan laporan keuangan ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM karena umumnya mereka melakukan pencatatan pembelian usahanya itu di bekas kulit kertas rokok. Jadi misalnya nanti anaknya lari-lari mengambil kertas itu akhirnya hilanglah catatan tersebut," ungkapnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong supaya para pelaku UMKM dapat memisahkan antara catatan hasil usahanya dengan catatan milik pribadi.

Ini sangat bisa membantu para pelaku UMKM untuk ketika ingin mengakses pinjaman modal. Sebab, biasanya, catatan keuangan yang bagus menjadi satu acuan syarat tersebut.

Kedua, hasil produksi belum memberikan hasil maksimal dan juga pekerja yang belum memiliki kompetensi yang mumpuni.

"Jadi disini para pekerjanya memang rata-rata belum mengarah ke profesional. Karena terkendala terkait SDM-nya," terangnya.

Ketiga, sedikitnya hasil produksi UMKM yang mampu menembus pangsa global. Selain itu, produk tersebut beberapa kali menghadapi kendala pemasaran di pasar domestik.

Topik Terkait