img_title
Foto : Instagram/ahmadsahroni88

IntipSeleb – Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, resmi dicopot dari jabatannya sebagai Pimpinan Komisi III DPR. Keputusan itu tertuang dalam surat Fraksi NasDem Nomor 758 yang diterbitkan pada 29 Agustus 2025. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Fraksi Viktor Laiskodat dan Sahroni sendiri dalam kapasitasnya sebagai Bendahara Fraksi.

Dalam keputusan itu, Sahroni tidak lagi duduk sebagai pimpinan Komisi III yang membidangi hukum. Ia dipindahkan menjadi anggota Komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan urusan luar negeri.

Sementara kursi Wakil Ketua Komisi III yang ia tinggalkan kini ditempati Rusdi Masse Mappasessu (RMS), politikus asal Sulawesi Selatan.

Secara resmi, NasDem menyebut pergantian ini bagian dari rotasi dan penyegaran fraksi. Namun publik menilai pencopotan ini tak bisa dilepaskan dari kontroversi ucapan Sahroni yang belakangan viral dan memicu gelombang kritik keras.

Nama Sahroni menjadi pusat perhatian setelah pernyataannya soal wacana pembubaran DPR ramai di media sosial. Dalam sebuah pernyataan publik, ia menyebut bahwa orang-orang yang ingin membubarkan DPR adalah “orang paling tolol sedunia.”

Ucapan tersebut langsung viral dan menuai reaksi beragam. Sebagian menilai Sahroni tidak seharusnya merendahkan suara publik, apalagi kritik masyarakat terhadap DPR semakin besar dalam beberapa waktu terakhir. Sejak itu, akun media sosial Sahroni dipenuhi komentar pedas, sindiran, bahkan hujatan dari netizen.

Pernyataan ini semakin memantik emosi publik karena muncul di tengah maraknya desakan pembubaran DPR. Wacana tersebut bergulir deras di media sosial, bahkan turut digaungkan dalam aksi unjuk rasa besar di Jakarta pada akhir Agustus 2025.

Tuntutan pembubaran DPR lahir dari rasa frustrasi masyarakat terhadap kinerja dewan yang dinilai tidak memuaskan. Sorotan utama tertuju pada besarnya gaji dan tunjangan anggota DPR yang dianggap terlalu tinggi, sementara kontribusi mereka bagi rakyat disebut minim.

Di tengah polemik itu, perhatian publik juga tertuju pada kekayaan Ahmad Sahroni. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia serahkan ke KPK pada 21 Februari 2025, Sahroni tercatat memiliki kekayaan bersih Rp328,9 miliar.

Rincian hartanya cukup mencengangkan. Ia memiliki 19 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, hingga Badung, Bali. Nilai total aset properti tersebut mencapai Rp139,5 miliar.

Selain itu, Sahroni dikenal memiliki koleksi kendaraan mewah yang jumlahnya mencapai 28 unit. Beberapa di antaranya ialah Ferrari 366 tahun 2012 seharga Rp2,5 miliar, Porsche 9E3 RS tahun 2016 senilai Rp6,6 miliar, Tesla Model X75D tahun 2018 senilai Rp2,8 miliar, hingga Tesla Cyber Truck keluaran 2024 yang bernilai Rp4 miliar.

Ia juga memiliki Porsche 911 Sport Classic tahun 2016 dengan harga fantastis Rp14 miliar, serta Harley Davidson Road Glide keluaran 2022 seharga Rp1,66 miliar.

Tak berhenti di situ, Sahroni juga mencatatkan harta bergerak lainnya sebesar Rp107,7 miliar, surat berharga Rp60 juta, serta kas dan setara kas Rp78,3 miliar. Meski begitu, ia juga memiliki utang Rp34,9 miliar.

Topik Terkait