IntipSeleb – Musisi dan penulis Fiersa Besari mengalami musibah tak terduga saat hendak berlibur bersama keluarga usai manggung. Insiden tersebut menimpa sang istri, Aqia Nurfadla, yang menjadi korban tabrakan mobil di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada akhir Desember 2025.
Peristiwa itu dibagikan langsung oleh Fiersa Besari melalui rangkaian Instagram Story di akun pribadinya. Kejadian bermula ketika Fiersa, istri, anak mereka Kinasih, serta manajernya, Ubay, hendak melanjutkan perjalanan liburan ke Yogyakarta menggunakan kereta api.
Kronologi Kejadian
Menurut penuturan Fiersa, pagi itu mereka berangkat dari JIExpo menuju Stasiun Gambir menggunakan taksi. Setibanya di lokasi, Aqia dan Ubay turun lebih dulu untuk mengambil koper di bagasi kendaraan, sementara Fiersa menggendong Kinasih yang masih tertidur.
Namun nahas, sebuah mobil tiba-tiba menabrak dari belakang. Benturan tersebut membuat Aqia dan Ubay terjepit di antara kendaraan. Ubay berhasil menyelamatkan diri ke samping, sementara Aqia tidak sempat menghindar dan mengalami tekanan serius pada kakinya.
"Aqia dan Ubay yang sedang ambil koper di bagasi, ditabrak dari belakang dan menjadikan keduanya tergencet antara mobil. Ubay bisa lepas ke samping. Aqia tidak. Sudah teriak kesakitan, sopir mobil yang tampaknya merasa sudah masuk gigi R, memajukan lagi mobilnya, membuat Aqia semakin tergencet," tulis Fiersa di story Instagram, dikutip Sabtu, 3 Januari 2026.
Fiersa mengungkapkan, sopir mobil tersebut adalah seorang pria lanjut usia sekitar 60–70 tahun. Ia sempat meremehkan kondisi Aqia dan menawarkan uang Rp200 ribu untuk berdamai, yang membuat Fiersa bereaksi emosional.
Aqia kemudian dibawa ke Pos Kesehatan KAI Stasiun Gambir, sementara Ubay menahan sopir agar tidak meninggalkan lokasi hingga pihak kepolisian datang. Polisi lalu melakukan pemeriksaan dan pencatatan laporan kejadian.
Karena kondisi Aqia cukup serius dan mengalami nyeri hebat saat menggerakkan kaki, Fiersa menghubungi rekan-rekan band untuk membantu membawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Pemeriksaan rontgen pun dilakukan.
“Alhamdulillah, hasil rontgen menunjukkan tidak ada retak atau patah tulang,” tulis Fiersa.
Meski begitu, dokter menyatakan akan ada pembengkakan akibat trauma otot dan masa pemulihan diperkirakan memakan waktu 3 hingga 6 minggu. Selama masa tersebut, Aqia harus menggunakan penyangga kaki dan membatasi aktivitas fisik.
Pihak kepolisian akhirnya memberikan sanksi tilang kepada sopir dan menahan STNK kendaraan. Aqia memutuskan untuk tidak memperpanjang proses hukum karena mempertimbangkan usia pelaku dan panjangnya prosedur lanjutan.
Insiden ini membuat rencana liburan keluarga ke Yogyakarta batal. Tiket kereta hangus, penginapan dibatalkan, dan liburan sekolah pertama Kinasih harus berakhir dengan menemani sang ibu yang cedera.
“Sulit membayangkan kalau posisi Kinasih tadi tidak saya gendong,” ungkap Fiersa.