IntipSeleb – Nama Ci Mehong kembali menjadi sorotan publik. Sosok yang dikenal luas sebagai pebisnis kue dengan gaya bicara khas ini mengungkap persoalan rumah tangga yang selama ini ia simpan rapat-rapat.
Setelah 15 tahun membina pernikahan, Ci Mehong menyatakan telah mengambil langkah tegas dengan menggugat cerai suaminya. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia membeberkan sejumlah persoalan yang dinilai sudah melewati batas toleransi, terutama terkait ketimpangan finansial dan beban tanggung jawab dalam rumah tangga.
Dalam sebuah tayangan televisi yang dikutip pada Senin, 23 Februari 2026, Ci Mehong mengaku namanya kerap dibawa-bawa sang suami untuk meminjam uang kepada orang lain.
“Sejak setahun ini sih udah gitu ngejelek-jelekin saya, minjam duit. Suami saya minjam duit ke orang lain bawa nama saya bahwa saya tuh nggak kasih dia,” ujar Ci Mehong.
Pengakuan tersebut mengejutkan banyak pihak. Ia merasa nama baiknya tercoreng karena dituding tidak memberikan nafkah, sementara menurutnya, ia telah berjuang keras menopang kebutuhan rumah tangga selama ini.
Tak hanya soal dugaan peminjaman uang, Ci Mehong juga menyinggung kondisi pekerjaan suaminya yang disebut sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
Menurutnya, sang suami sempat memiliki aset yang kemudian dijual untuk menutup kebutuhan hidup. Namun, langkah tersebut dinilai bukan solusi jangka panjang.
“Nggak bekerja. Tadinya bekerja, tadinya punya aset, ada aset dijual jadi buat biayain untuk biaya hidup, tapi namanya lebih besar pasak daripada tiang,” ungkapnya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan finansial menjadi salah satu sumber utama keretakan rumah tangga mereka.
Lebih jauh, Ci Mehong juga mengungkap beban finansial yang berkaitan dengan anak-anak suaminya dari pernikahan sebelumnya. Saat menikah 15 tahun lalu, kedua anak tersebut masih kecil. Kini, usia mereka telah menginjak 26 dan 29 tahun.
Ia mengaku selama ini masih bisa memaklumi karena menganggap mereka masih membutuhkan perhatian dan dukungan. Namun, menurutnya, di usia akhir 20-an, seseorang seharusnya sudah mampu mandiri secara finansial.
“Sudah nggak tahan diplorotin. Diplorotin itu bukan buat dia pribadi tapi buat anaknya. Anaknya itu udah gede umur 26 sama 29 tahun,” tuturnya.
“Saya pikir kalau kita balik ke umur 15 tahun lalu ya kita pikir masih kecil nggak apa-apa. Tapi kalau itu kan sudah dewasa,” tambahnya.
Perasaan tertekan yang ia rasakan selama setahun terakhir disebut menjadi puncak dari akumulasi persoalan yang tak kunjung menemukan titik terang.