IntipSeleb – Twilite Orchestra akan merayakan perjalanan panjangnya di industri musik Indonesia melalui Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert. Konser tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026 pukul 16.00 WIB di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran.
Didirikan pada 8 Juni 1991, Twilite Orchestra hingga kini menjadi orkestra dengan usia terpanjang di Indonesia yang tetap aktif di bawah kepemimpinan konduktor Addie MS. Perjalanan lebih dari tiga dekade itu menjadi tonggak penting bagi perkembangan musik orkestra Tanah Air.
Konser perayaan ini mendapat dukungan dari Adinda Bakrie Foundation, PT Summarecon Agung Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juli 2026, Addie MS mengaku tak pernah membayangkan Twilite Orchestra bisa bertahan hingga memasuki usia 35 tahun.
"Saya tidak membayangkan Allah SWT mengijinkannya saya bersama TO (Twilite Orchestra) bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya TO, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari 2 bulan, karena ekosistem musik simfonik yang memang sangat tidak kondusif saat itu (1991). Namun dukungan sahabat, sponsor, media dan keluargalah yang menguatkan kami. Dan yang utama, Pak Indra Bakrie-lah yang menguatkan dan meyakinkan saya untuk terus bertahan saat saya berniat mundur dari kegiatan ini di awal perjalanan kami. Alhamdulillah, beliau masih terus mendukung, bahkan dilanjutkan oleh putri tercintanya, Adinda Bakrie," ucap Addie.
Addie juga mengungkapkan bahwa Twilite Orchestra telah menjadi rumah bagi banyak generasi musisi.
"Kalau dipikir-pikir sebetulnya Twilite orchestra itu udah sekitar 8 generasi lah. Jadi dari konsep masternya itu yang dulunya awalnya usianya 20 tahun yang tersayang. Lama-lama makin dekat, makin dekat, makin dekat. Sampai suatu ketika, berapa tahun yang lalu di latihan," ujarnya.
Menurut Addie, perubahan zaman membuat pola hubungan antar generasi di dunia musik ikut berubah. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah ketika musik mampu mengubah cara pandang seseorang menjadi lebih baik.
"Tapi kalau kita bisa bikin orang yang tak ingin masuk ke orchestra, jadi semacam, ya kan, yang tadi ya karena mereka nggak mau berbuat kebaikan, jadi mau dengan gangguan sendiri berdua-dua itu kan kan jauh lebih apa ya, lebih membahagiakan," katanya.
"Jadi ya itu kalau ditanya apakah mau meninggal di KGSI segala macem, ya pasti. Makanya kalau ada konser, saya selalu berpikir untuk mengamerikannya," sambungnya.
Suguhkan Musik Film hingga Opera
Pada konser perayaan 35 tahun ini, Twilite Orchestra akan membawakan repertoar yang menggambarkan perjalanan musikal mereka sejak 1991 hingga sekarang.
Penonton akan disuguhkan beragam genre, mulai dari musik film, video game, Broadway musical, musik klasik, opera hingga lagu daerah Indonesia.
Beberapa karya yang akan dimainkan antara lain:
Die Fledermaus Overture – Johann Strauss II
Liberi Fatali – Nobuo Uematsu
Phantom of the Opera – Andrew Lloyd Webber
Fantasia Nusantara – Addie MS
Nessun dorma
Sempre libera
March of the Toreadors dari Opera Carmen
Konser ini juga menghadirkan soprano internasional Meechot Marrero yang pernah tampil di Sydney Opera House, tenor Indonesia Oswin Wilke, serta harpis Rama Widi bersama 74 musisi Twilite Orchestra.
Tak hanya itu, sebanyak 200 penyanyi paduan suara dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, dan PSM Universitas Mercu Buana akan turut memeriahkan pertunjukan.
Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Bakrie, berharap Twilite Orchestra terus berkembang setelah mencapai usia 35 tahun.
"Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekedar ceremony, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra," ucapnya.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai dukungan terhadap konser ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung seni dan budaya.
"BRI meyakini bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dalam membangun karakter bangsa sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Melalui dukungan terhadap Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, BRI ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah, dengan memberikan akses yang lebih mudah dan eksklusif terhadap pengalaman menikmati pertunjukan musik berkualitas melalui BRImo. Kolaborasi ini juga merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan berbagai manfaat yang melampaui layanan perbankan melalui ekosistem digital yang semakin lengkap," katanya.
Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Soegianto Nagaria, juga menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Twilite Orchestra selama tiga dekade lebih.
"Twilite Orchestra telah membuktikan bahwa dedikasi, kolaborasi, dan konsistensi merupakan fondasi utama dalam membangun karya yang bertahan lintas generasi. Perayaan 35 tahun ini bukan hanya menjadi milestone penting bagi Twilite Orchestra, tetapi juga menjadi perayaan bagi perkembangan musik orkestra di Indonesia," ujarnya.
Antusiasme masyarakat terhadap konser ini terbilang sangat tinggi. Tiket umum yang mulai dijual pada 16 Juli 2026 langsung habis dalam waktu kurang dari satu jam.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki kesempatan memperoleh tiket melalui alokasi khusus bagi nasabah BRI yang mulai tersedia melalui aplikasi BRImo pada 28 Juli 2026 pukul 13.00 WIB.