X

IntipSeleb – Dunia Twitter dibuat heboh oleh kasus Awkarin dengan ilustrator Bandung Nadiya (@nadiyahrs). Berawal dari tahun 2015, Nadiya merasa kecewa dengan sikap Karin karena telah memblokirnya di Instagram saat dirinya menanyakan sumber foto pada unggahan cewek 21 tahun itu. 

Seolah membela diri, Awkarin meminta bukti langsung atas ucapan yang telah dilontarkan oleh Nadiyah di Twitter. Jika pernyataannya tidak dapat dibuktikan dengan barang bukti, Karin mengatakan bahwa akan membawa pengacara ke Bandung untuk memperjelas semuanya. Selang beberapa waktu, kasus ini mulai mereda, namun ketika semua cuitan Nadiya dihapus, nama keduanya kembali terdaftar dalam urutan trending topic.

Setelah itu, ia memberikan klarifikasi lewat Twitter pribadi. Karin menjelaskan dengan sangat detail setiap tulisannya dan mempinned tweet tersebut. 

Baca juga: Ernest Prakasa Curiga Awkarin Ancam Ilustrator Bandung

Akibat permasalahan ini, beberapa warga Twitter memberikan tanggapannya. Termasuk redaktur sebuah portal berita Tirto, sutradara Angga Sasongko, dan travel blogger Alexander Thian.

Redaktur Tirto

Awkarin

Pada Selasa, 29 Oktober 2019 redaktur portal berita Tirto menuliskan tanggapanya soal Awkarin dengan ilustrator, Nadiya. Setelah Tirto mengunggah sebuah gambar vektor berjudul Kalian Semua Suci Awkarin Penuh Dosa itu Awkarin langsung memberikan komentar dengan maksud untuk mengajak kerjasama dengan desainer. Karin merasa bahwa gambar vektor yang merangkum semua kegiatakan Karin itu memanjakan mata.

Akun @armandioalif menuliskan bahwa semua desainer harus berhati-hati dengan Awkarin. Sebab, menjadi seorang desainer tidak melulu soal uang, olah pikir para desainer, punya nilai tawar lebih tinggi dari pemodal. Lebih lanjut, semua kasus tidak perlu melibatkan hukum.

Baca juga: Selain Awkarin, Kejahatan Masa Lalu Rachel Vennya Jadi Sorotan

“Saya ga peduli apa agenda kamu: aktivisme? proyek megalomaniak? apapun itu, ga perlu melibatkan hukum buat alat mengancam orang (kecuali kalau kamu punya fetish pribadi dengan penegak hukum) kalau tujuanmu cuma buat menang, kami bisa patungan dan bikinin kamu piala paling gede,” katanya.

Sutradara, Angga Sasongko

Angga Sasongko merupakan sutradara film Indonesia yang lewat film pertamanya Foto Kotak dan Jendela pada tahun 2006 saat usianya baru 21 tahun. Angga me-retweet dengan komentar cuitan Karin soal lawyer juga berfungsi sebagai pihak mediasi, bukan hanya untuk menuntut. Menurutnya, lawyer dapat dikatakan mediasi bila kedua pihak sepakat menggunakan penasehat hukum.

“Karin, lawyer berfungsi melakukan mediasi bila pihak yang dispute denganmu juga punya lawyer dan sepakat menggunakan service penasehat hukum untuk settlement. "You will see my lawyer!" di belahan dunia manapun, bahasa tersebut menekankan posisi ngajak tarung,” tulis Angga Sasongko

Alexander Thian

Alexander Thian

Alexander Thian atau yang dikenal sebagai aMrazing baik di Twitter atau Instagram ini adalah seorang travel blogger yang sudah mengunjungi banyak tempat-tempat keren di berbagai belahan dunia. Alex turut bicara soal kasus Karin dan Nadiyah. Ia mengaku mendukung Nadiya dan merasa kecewa dengan Awkarin

“Aku mendukung @nadiyahrs. Sangat kecewa dengan kamu, @awkarin. Rupanya macan tutul tidak pernah bisa mengubah bintik-bintiknya. Selamat membuat orang berpikir kamu benar-benar berubah menjadi individu yang lebih baik dengan hadiah dan 'aktivisme'. Sekarang kamu telah menunjukkan warna asli kamu,” kata Alex.

Kondisi Awkarin

Sementara itu dalam akun Twitter, Awkarin mengaku sudah terbiasa dengan hinaan sejak dulu. Kasusnya dengan Nadiya tidak seberapa bila dibandingkan dengan dulu saat Karin dituduh jadi penyebab kematian mantan pacarnya. Influencer 22 tahun itu juga merasa terbantu dengan obat-obatan yang diberikan oleh psikatri. Meski sudah berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, pada akhirnya masih saja Awkarin dianggap jahat.

“Udah biasa. Mental gue udah kuat. Alhamdulillah kebantu juga sama obat dari psychiatrist gue. Ini gaada apa-apanya sama dituduh ngebunuh orang lain, yang padahal faktanya gak seperti itu. Lebih hancur saat itu, ini gaada apa-apanya. In the end, I will ALWAYS be the BAD one,” tutur Awkarin.