img_title
Foto : Instagram/@marc0panari

“Kalau aku di rumah vibe​-nya beda ya. Semua tragedi masih ada kilas balik di otak gitu. Tapi setelah di rumah, aku aman, nyaman, dan rasanya dia masih ada di situ,” sambungnya.

Sering Bicara Kematian

Instagram/@angelagilsha
Foto : Instagram/@angelagilsha

Angela Gilsha kemudian membeberkan alasan mengkremasi jenazah Marco Panari. Perempuan blasteran Italia dan Indonesia itu menyatakan jika Marco Panari memang ingin dikremasi saat meninggal dunia. Hal ini terungkap ketika Marco dan Angela sering berbicara mengenai kematian. Angela juga membeberkan abu jenazah Marco diboyongnya juga ke Jakarta.

“Aku sama Marco sering ngebahas tentang kematian, soal Tuhan, agama, surga dan neraka, dimensi. Pokoknya hal-hal seperti itu kita berdua sering ngebahas. Ada satu poin gini, ‘Eh kalau aku mati kremasi aja ya.’ ‘Eh iya aku juga deh mau dikremasi gak mau dikubur’. Aku bawa ke sini (abu jenazah Marco Panari). Aku bawa ke Jakarta pakai pesawat kemarin,” ungkap Angela Gilsha.

Di sisi lain, Angela Gilsha mengungkapkan jika semua anggota keluarganya memutuskan untuk tinggal di Jakarta setelah meninggalnya Marco Panari. Orangtua Marco, khususnya sang ayah merasa jika keluarga tidak bisa berpisah lagi.

“Kemarin papa ikut ke Jakarta. Jadi kita bertiga di Jakarta. Papa bilang, ‘kita gak boleh pisah lagi’. Dia gak mau nyesel karena selama ini papa di Bali, sementara aku dan Marco di Jakarta. Jadi jarang banget ketemu cuma hari-hari besar,” jelas Angela Gilsha.

Topik Terkait