img_title
Foto : Berbagai sumber
ist
Foto : ist

Namun walau terkesan dengan hafalan ayat Kursi, tak langsung membuat El Manik langsung memutuskan masuk Islam. Hal ini lantaran masih ada pergejolakan di dalam hatinya. Sampai suatu saat, El Manik seolah ‘tertampar’ ketika melihat salah satu temannya yang Muslim rajin salat dan puasa. 

Temannya itu pun kemudian mengajak El Manik salat dan puasa. Awalnya, El Manik ragu lantaran kolesterol yang ia miliki sangat tinggi sehingga sangat sulit melakukan puasa. Namun, ketika dicoba, El Manik justru kuat melakukan salat dan akhirnya mantap memutuskan masuk Islam hingga saat ini. 

“Dia (teman El Manik) puasa, dia shalat. Satu hari dia ngajak saya buka puasa. Saya tanya dia apa enaknya puasa. Dia tidak menjelaskan pakai dalil agama. Dia pakai pendekatan kesehatan. Saat itu kelesterol saya tinggi. Dia suruh saya puasa. Saya nolak. Mana kuat?," kata El Manik.

"Jam sebelas saja udah gemetaran. Terus dia mengusulkan puasa Senin-Kamis saja. Akhirnya saya coba. Istri saya heran. Eh, ternyata saya kuat. Pelan-pelan saya tertarik. Saya sering dengar ceramah di TV, radio, sering baca buku. Akhirnya masuk Islam," sambung El Manik terhadap keputusannya masuk Islam. (jra)

Topik Terkait