img_title
Foto : Berbagai Sumber

IntipSeleb Lokal – Terseret dalam persidangan, lantaran melanggar kode etik dalam menangani kasus pembunuhan Brigadir J bersama Ferdy Sambo mantan Kepala Bagian Penegakan Hukum Provos Divisi Profesi dan Pengamanan Kombes Susanto Haris mengungkapkan rasa kekecewaannya saat hadir dalam sidang lanjutan.

Kecewa dengan ulah Ferdy Sambo yang justru membuat kariernya hancur, Kombes Susanto menangis dan bergetar saat Jani sidang. Penasaran? Keep Scrolling!

Kecewa

Tribunnewswiki
Foto : Tribunnewswiki

Tak menyangka jika namanya akan ikut terseret panjang dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Kombes Susanto mengaku kecewa dengan sikap Ferdy Sambo. Melibatkannya dalam jurang kehancuran, Kombes Susanto gak terima kariernya hancur seketika karena ulah Ferdy Sambo.

Karier yang sudah dibangun sejak puluhan tahun itu lenyap, lantaran ia lalai dan ikut menutupi kebenaran dalam kasus pembunuhan Ferdy Sambo di awal. Sembari menangis, Kombes Susanto tak menyangka jika seorang Jenderal membohonginya.

"Saudara tidak dijadikan tersangka dalam terdakwa dalam perkara ini, Bagaimana perasaan Saudara?" tanya Hakim di sidang lanjutan pembunuhan Brigadir J dari tayangan berita tvOne, dilansir Selasa, 6 Desember 2022.

"Kecewa, kesal, marah, jenderal kok bohong, jenderal kok tega menghancurkan karier, 30 tahun saya mengabdi hancur di titik nadi terendah pengabdian saya, belum yang lain-lain, anggota-anggota hebat Polda Metro Jaksel Pak, bayangkan kami Kabag Gakkum yang biasa memeriksa polisi yang nakal kami diperiksa," jawab Susanto.

Dibentak Ferdy Sambo

Instagram/@lambe_turah
Foto : Instagram/@lambe_turah

Tak hanya terseret dalam skenario Ferdy Sambo, Kombes Pol Susanto Haris ngaku sempat dibentak keras oleh Ferdy Sambo usai pembunuhan Brigadir J. Namun, jika dilihat dari statusnya, Kombes Pol Susanto Haris justru lebih senior dari Ferdy Sambo yang menjabat sebagai jenderal.

"Di almamater ini kalau senior mendengar beberapa kesempatan pak FS selalu bilang selama matahari tidak terbit dari Utara, dan air laut masih Asin, senior tetap senior," kata Kombes Pol Susanto.

"Jadi kemarin ngomongnya ngegas sudah, dalam hati saya, yah kalau Jenderal sudah bisa ngegas-ngegas senior, ini lah yang saya alami akhirnya saya antar juga, saya serahkan ke Agus Nurpatria," sambungnya.

"Mulai saat itu saya ini tidak dipanggil lagi sama FS, mungkin kesal. Ya kami melaksanakan perintah. Walaupun saya Kombes Butut saya senior pak FS," tutupnya.

Topik Terkait