img_title
Foto : Ig

IntipSeleb – Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Tanah Air setelah Didi Kempot dikabarkan meninggal pada pukul 07.30 pagi di RS Kasih Ibu, Solo. Musisi legendaris ini meninggal di usia 53 tahun akibat serangan jantung.

Penyanyi yang dijuluki The Godfather of Broken Heart ini digemari oleh anak-anak muda yang disebut Sobat Ambyar. Bahkan dalam beberapa bulan mendatang ia juga telah memiliki jadwal konser di salah satu produk iklan ternama. Yuk simak perjalanan karier Didi Kempot!

Baca Juga: 5 Fakta Meninggalnya Didi Kempot, Siapin Lagu Baru Bareng Yuni Shara

Musisi Jalanan

didi kempot meninggal

Didi Kempot telah memulai kariernya sebagai musisi jalanan yang hanya berbekal ukulele dan gendang pada tahun 1984 silam. Selama tiga tahun, pemilik album Eling Kowe ini berkeliling di daerah kelahirannya Surakarta, Jawa Tengah. Setelah itu, Didi pun mengadu nasib ke Jakarta dan mulai bergabung dengan musisi jalanan lainnya.

Usut punya usut, nama Kempot sendiri berarti Kelompok Pengamen Trotoar dan itu sukses menjadi nama panggung bagi Didi hingga saat ini. Bukan cuma mengamen, pemilik asli nama Dionisius Prasetyo ini juga mencoba peruntungan lain dengan merekam beberapa musiknya lalu ia kirimkan ke beberapa studio musik di ibukota.

Dilirik Produser Musik

didi kempot meninggal

Salah satu label musik yakni Musica Studio’s mulai melirik Didi dan pada tahun 1989 ia berhasil mengeluarkan album perdananya. Kala itu, lagu andalannya berjudul Cidro sebab berawal dari kisah cinta Didi yang pernah kandas. Isi dari lirik tersebut ialah sepasang kekasih yang memadu asmara namun tidak direstui oleh orangtua dan ternyata kisah seperti itu bisa membuat pendengar terbawa perasaan. Alhasil, Didi mulai sering membuat lagu yang bertema patah hati dan ia juga memiliki sebutan lain yakni The Godfather of Broken Heart.

Berkarier di Luar Negeri

didi kempot meninggal

Tidak berhenti sampai situ, Didi Kempot pun melebarkan sayapnya ketika ia mulai tampil di Suriname, Amerika Selatan pada tahun 1993. Lagu Cidro itulah yang berhasil mengantarkannya menjadi musisi papan atas yang juga populer di Suriname.

Tiga tahun kemudian, pria asal Solo ini menginjakkan kaki ke benua Eropa dan mulai merilis lagu Layang Kangen di Rotterdam, Belanda. Setelah lama berkeliling di negeri orang Didi pun kembali ke Tanah Air dan mulai merilis lagu di era Reformasi dengan judul Stasiun Balapan. Alhasil, kariernya langsung melonjak naik dan lagu tersebut masih sering terdengar hingga saat ini.

Jadi Idola Kaum Milenial

didi kempot meninggal

Adik dari pelawak Mamiek Prakoso ini masih terus eksis hingga saat ini. Hal itu terbukti dari terbentuknya nama Milenial Ambyar akibat berbagai lagu patah hati yang menarik perhatian kaum muda. Dengan jenis lagu keroncong, campursari dan pop, dia tidak pernah ragu untuk mengajak para penggemarnya bernyanyi dia atas panggung. Bahkan, Didi juga menjadikan penggemar sebagai sahabat dan kerap kali memberikan motivasi untuk terus berkarya.

Lagu Terakhir

didi kempot

Diketahui bahwa hingga saat ini Didi Kempot telah menulis kurang lebih 800 lagu. Bahkan, baru-baru ini ia juga mengeluarkan lagu terbaru berjudul Ojo Mudik yang berisikan tentang pandemi virus corona (COVID-19). Lagu tersebut menjadi lagu terakhir yang ia lantunkan yang sesuai dengan anjuran pemerintah.

Untuk penghargaan sendiri, Didi juga sudah tidak asing lagi menerima berbagai piala dari ajang penghargaan Indonesia. Terakhir, ia mendapatkan penghargaan khusus maestro campursari yang dinobatkan oleh Indonesian Dangdut Awards 2019.

Topik Terkait