img_title
Foto : Istimewa

"Lalu literasi ketiga, budaya literasi masyarakat. Film-film seperti ini menggugah dan bisa bangkitkan film Indonesia. Namun saya lihat orang-orang kok lebih lihat film-film yang menjerit dan menyeramkan. Karena itulah Pak Menko hadir untuk mendukung filfilm seperti Kartu Pos Wini ini. Dulu film Petualangan Sherina sangat baik sekali,” timpal Jazziray Hartoyo.

Revolusi Mental

Istimewa
Foto : Istimewa

Ditambahkan Jazziray Hartoyo, revolusi mental semua ada di film itu (Kartu Pos Wini). Karena itulah, ia akan berusaha bersama Kemendikbud ke depannya untuk membawa film ini ke kota-kota lainnya atau sekolah-sekolah untuk disaksikan bersama-sama para anak didik dan masyarakat luas.

“Nanti kita akan atur untuk pemutaran di kota-kota lainnya,” singkat Jazziray.

Diketahui, Film Kartu Pos Wini (KPW) diangkat dari cerita novelet digital karya Ruwie Meyta. Cerita utama tentang harapan Wini Edenia untuk kesembuhannya (dari Cancer) dilakukannya dengan mengirim kartu pos yang ditujukan untuk Tuhan. Harapan yang tertulis di kartu pos tidak ubahnya doa yang ia kirimkan lewat kotak pos untuk Tuhan. Rumah produksi Sinemata akhirnya menambahkan frasa “Surat Beralamat Surga” pada judul film agar lebih mempertegas tentang harapan.

Untuk lebih mendalami esensi cerita anak terdiagnosis kanker, Sinemata Productions menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Pihak Sinemata mendapatkan banyak pemahaman baru pada saat penulisan skenario maupun pengambilan gambar, yang didapat dari cerita para relawan pendamping maupun kisah para penyintas yang berhasil melewati masa-masa sulit.

Topik Terkait