img_title
Foto : VIVA/M Ali Wafa

Jakarta Yudha Arfandi alias YA, tersangka dalam kasus kematian anak Tamara Tyasmara, telah melakukan rekonstruksi atau reka ulang kasus di Polda Metro Jaya pada Rabu, 28 Februari 2024 lalu.

Rekonstruksi ini berlangsung cukup tegang dan salah satu adegan yang dilakukan YA adalah saat ia menoleh kiri dan kanan sebelum menenggelamkan Dante. Kira-kira, apa arti di balik tindakannya ini? Scroll untuk informasi selengkapnya.

Bukan Mencari Kamera CCTV

tvOnenews
Foto : tvOnenews

YA ditetapkan menjadi tersangka setelah tindakannya pada korban, Raden Andante Khalif Pramudityo alias Dante, terekam jelas di rekaman CCTV.

Saat rekaman ini beredar, netizen menduga YA sedang mencari-cari posisi kamera agar aksinya saat menenggelamkan Dante tidak terlihat. Namun, hal ini disangkal oleh Dalih Efriandi selaku kuasa hukum.

Dilansir dari Cumicumi pada Kamis, 29 Februari 2024, Dalih Efriandi menyatakan bahwa YA menoleh kiri dan kanan karena ia terdistraksi oleh kegiatan latihan renang di lokasi yang sama.

Jadi menurut pengakuan tersangka di dalam penyidikan bahwa saat dia menengok ke kiri dia mendengar teriakan dari pelatih. Ada kegiatan pelatihan renang juga di sekitar situ, dia tertarik melihat kegiatan itu," ungkap Dalih Erfiandi.

Efriandi juga telah menyampaikan alasan ini ke tim penyidik. Ia menyatakan bagaimana dapat dipastikan bahwa kliennya menoleh kiri dan kanan karena terdistraksi, bukan karena mencari atau melihat kamera CCTV.

"Di dalam keterangan penyidik bukan melihat CCTV tapi melihat adanya satu kegiatan lain di kolam renang itu yang bersuara keras," tutur Efriandi.

"Sudah dicatat dalam penyidikan bahwa itu bukan dalam rangka memantau CCTV melainkan ada kegiatan tertentu pelatihan di mana suaranya keras, itu mengalihkan perhatian dia makanya nengoknya sekilas aja. Bukan seperti sangkaan sebelumnya melihat CCTV," jelasnya.

Ngaku Tidak Menenggelamkan Dante

Instagram @tamaratyasmara
Foto : Instagram @tamaratyasmara

Yang menjadi pembahasan kini adalah alasan di balik aksi YA yang menenggelamkan Dante. Netizen pun geram saat melihat aksinya di rekaman CCTV yang telah beredar di media sosial.

Namun, pihak YA tetap menyangkal tuduhan tersebut. Mereka bersikeras bahwa hal itu adalah bagian dari latihan pernapasan.

"Itu pun sudah dia dalam penyidikan bahwa itu dalam rangka pelatihan pernapasan, terus melatih agar tidak panik dan takut dengan air, itu udah disampaikan juga," ucapnya.

Sebagai informasi, Dante meninggal dunia pada 27 Februari 2024 lalu. Anak dari Tamara Tyasmara ini masih berusia enam tahun ketika ia tewas karena tenggelam dan kekurangan oksigen berat.

Topik Terkait