Foto :

”Perjalanan saya dimulai dari seorang anak kampung di sebuah kota kecil dengan akses dan fasilitas yang serba terbatas. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekad saya untuk menjadi pemain profesional. Bahkan setelah menjadi pemain nasional pun, tantangan selalu ada,” tutur Atep, legenda sepak bola nasional.

“Tidak ada proses yang instan, setiap kesuksesan dibangun dari disiplin berlatih, kemauan untuk terus belajar, dan tidak lupa beribadah. Saya sangat senang melihat semangat adik-adik yang hadir. Bukan tidak mungkin dari McDonald’s Football Clinic hari ini, ada dari mereka yang menjadi bintang lapangan hijau di masa depan,” terang Atep.

40 Anak dari Komunitas Prasejahtera Ikut Gratis
Sebagai bagian dari komitmen membuka akses yang lebih setara, McDonald’s Indonesia mengundang 40 anak berbakat dari kelompok prasejahtera yang dibina oleh Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jakarta dan Bandung untuk mengikuti pelatihan di McDonald’s Football Clinic ini tanpa dipungut biaya.

Tidak hanya itu, agar mereka terus bersemangat mengembangkan potensinya, McDonald’s Indonesia juga memberikan perlengkapan olahraga berupa sepatu dan jersey baru kepada total 200 anak di kedua SSB tersebut.

“Banyak anak berbakat hanya membutuhkan satu kesempatan untuk percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan. Hari ini, kami melihat semangat dan rasa percaya diri itu tumbuh dalam diri mereka,” ungkap M Iqbal, Perwakilan SSB Youth Aurasic Bandung.

“Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat anak-anak pulang dengan keyakinan bahwa mereka juga bisa meraih masa depan yang lebih baik. Semoga semakin banyak anak Indonesia, apa pun latar belakangnya, mendapat kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensinya di dunia sepakbola,” ucapnya.

Topik Terkait