Sementara itu, emotional cheating lebih mengarah pada terbentuknya kedekatan emosional yang intens dengan seseorang di luar pasangan, hingga hubungan tersebut mulai mengurangi kedekatan atau keterikatan dengan pasangan sendiri.
Dengan demikian, micro cheating bisa menjadi salah satu perilaku yang berada di area menuju perselingkuhan emosional, tetapi tidak selalu berkembang menjadi hal tersebut.
Tanda-Tanda Micro Cheating dalam Hubungan
Ada beberapa hal yang bisa menjadi sinyal untuk diperhatikan, antara lain:
- Sering menyembunyikan komunikasi dengan seseorang.
- Menghapus chat agar tidak diketahui pasangan.
- Terlalu defensif ketika ditanya tentang orang tertentu.
- Memberikan perhatian berlebihan kepada orang lain.
- Sering melakukan flirting melalui media sosial.
- Sengaja tidak mengungkapkan status hubungan.
- Memprioritaskan orang lain secara emosional.
- Menjalin komunikasi dengan seseorang yang dianggap menarik secara diam-diam.
Namun, tanda-tanda tersebut tidak bisa dijadikan bukti tunggal bahwa seseorang telah berselingkuh. Psychology Today juga menekankan bahwa definisi micro cheating bersifat subjektif dan bergantung pada ekspektasi serta batasan yang berlaku dalam hubungan tersebut.
Bagaimana Cara Menghadapi Micro Cheating?
Jika merasa pasangan melakukan sesuatu yang melewati batas, sebaiknya jangan langsung mengambil kesimpulan atau melakukan tindakan berdasarkan emosi.
Langkah pertama adalah membicarakannya secara terbuka.
Jelaskan tindakan apa yang membuat merasa tidak nyaman dan mengapa perilaku tersebut dianggap melewati batas. Hindari percakapan dengan tuduhan seperti "kamu pasti selingkuh" dan fokus pada perilaku serta perasaan yang muncul.