img_title
Foto : Koreanboo

IntipSeleb – Kabar terbaru datang dari Victoria Song. Diketahui bahwa member girlband f(x) ini merupakan salah satu ikon H&M yang memutuskan untuk mengakhiri kontrak usai merebaknya isu penggunaan kapas dari Xinjiang diyakini sebagai hasil kerja paksa. 

Victoria Song turut ambil bagian dalam mendesain pakaian dari brand H&M. Namun, baru-baru ini, merek fashion asal Swedia itu menuai kritikan lantaran penggunaan kapas asal Xinjiang, di mana para buruhnya dikabarkan menerima diskriminasi dan kerja paksa. Yuk simak artikel di bawah ini untuk lebih lengkapnya.

Warga China Boikot H&M Karena Dinilai Menyebar Fitnah

Berbagai Sumber
Foto : Berbagai Sumber

Brand fashion asal Swedia, H&M, diboikot oleh warga China karena dinilai menyebarkan fitnah dengan menyebutkan bahwa China telah melakukan pelanggaran HAM kepada Suku Uighur. Pernyataan ini dilandasi dengan beredarnya rekaman video BBC News tentang nasib para pekerja Suku Uighur di China.

Video yang diunggah di kanal YouTube BBC News itu memperlihatkan bagaimana Suku Uighur dipekerjakan secara paksa di ladang kapas daerah Xinjiang. Dengan adanya hal ini, H&M merilis pernyataan jika mereka menentang adanya pekerja paksa tersebut.

Atas pernyataan tersebut, H&M diboikot oleh warga negara China, bersamaan dengan satu brand terkenal lain, yaitu Nike, yang juga dinilai telah mengatakan hal tidak benar tentang negara China.

Pemutusan Kerjasama Karena Kepentingan Negara Yang Utama

Berbagai Sumber
Foto : Berbagai Sumber

Sebagai salah satu public figure yang bekerja sama untuk brand fashion H&M, Victoria Song mengambil tindakan sebagai bentuk solidaritas, dan mengatakan jika kepentingan negaranya adalah hal yang utama. Manajemen naungan Victoria saat ini yang bernama Victoria Song Studio, memberikan pernyataannya kepada publik.

“Kepentingan negara lebih penting dari apapun. Kami dengan tegas melawan semua stigmatisasi terhadap China, dan sangat tidak setuju dengan penggunaan strategi bisnis semacam ini untuk mencemarkan nama baik dan memfitnah negara dan warganya,” tulis Victoria Song Studio dalam pernyataan resminya.

Selain Victoria, public figure China lainnya yang bekerja sama dengan H&M dan Nike, seperti Wang Yibo, Tan Songyun, dan Huang Xuan juga sudah merilis pernyataan pemutusan kontrak kerja sama mereka.

Pemboikotan ini ramai dibicarakan di media sosial. Warna China beramai-ramai untuk menyemarakkan kampanye pemboikotan brand fashion itu dan membantah penyataan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di negaranya. 

Victoria Song baru saja merilis pernyataan bahwa dirinya telah memutus kontrak kerjas ama dengan brand fashion H&M. Selama ini, member girlband f(x) tersebut didaulat sebagai kepala kampanye dan model untuk brand tersebut. Hal ini disebabkan oleh pernyataan pihak H&M yang dinilai sebagai fitnah untuk warga negara China. Juga mengkritik penggunaan kapas asal Xinjiang, di mana para buruhnya dikabarkan menerima diskriminasi dan kerja paksa.

Topik Terkait