img_title
Foto : 8days

IntipSeleb Asia – Setelah sekian lama, polisi kini menangkap 5 tersangka dalam kasus monitor raksasa terjatuh dan menimpa 2 korban penari di konser boyband Mirror pada Juli 2022 lalu.

Dalam penelusuran, polisi dicurigai adanya unsur kesengajaan dari para tersangka. Seperti apa pernyataannya? Langsung scroll artikelnya di bawah ini.

5 Tersangka Ditangkap

8days
Foto : 8days

Melansir South China Morning Post (SCMP), polisi menangkap 5 tersangka dalam kasus monitor raksasa terjatuh dan menimpa 2 korban penari di konser boyband Mirror pada 28 Juli 2022 lalu.

Penangkapan ini melalui serangkaian penggerebekan di seluruh bagian Hong Kong pada pukul 6 pagi pada 11 November 2022 ini dan menangkap empat pria dan satu wanita, berusia 40 hingga 63 tahun.

Mereka bertugas sebagai anggota staf dari kontraktor panggung utama Engineering Impact dan subkontraktor Hip Hing Loong Stage Engineering Company, termasuk manajer produksi dan koordinator proyek.

Polisi mencurigai 5 tersangka karena dicurigai melakukan penipuan atau membiarkan monitor raksasa tersebut jatuh dari ketinggian.

Jika kecurigaan polisi benar, maka 5 tersangka berpotensi mendapat hukuman penjara 14 tahun, sementara yang terakhir membawa hukuman maksimum enam bulan penjara atau denda sekitar Rp19 juta.

Namun sampai saat ini penyelidikan konser boyband mirror masih berlangsung.

Salah Satu Korban 95% Tak Bisa Pulih

the standard
Foto : the standard

Dari insiden mengenaskan tersebut, terdapat dua korban yang merupakan penari, mengalami luka serius. Salah satu penari bernama Mo Li mengalami luka dan awalnya dikabarkan hanya memiliki peluang 5% saja untuk hidup.

Beruntung, melalui perawatan intensif, Mo Li kini berubah dari serius menjadi kondisi stabil. Namun, baru-baru ini, melansir 8days, ayah Mo Li yang merupakan Pendeta, Derek Li mengungkapkan kabar terkini anaknya itu.

Ia mengatakan bahwa 95% tulang belakang dan saraf sensorik anaknya tidak dapat pulih sepenuhnya. Bahkan Mo Li memiliki risiko penuh untuk lumpuh total.

Mo menderita patah tulang belakang leher dan berisiko lumpuh dari leher ke bawah setelah layar LED 600kg mendarat padanya selama konser. Derek Li merasa dunianya hancur setelah mengetahui kondisi anaknya itu.

“Hati saya sedikit tenggelam. Saya merasa di mata orang-orang, kiamat sudah dekat," kata Derek Li dikutip dari 8days.

Kini, Mo masih berada di ICU mengenakan ventilator dan penyangga leher.

“Mengenakan penyangga leher untuk waktu yang lama dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala dan mempengaruhi tidurnya, dan konsentrasi yang berlebihan pada pernapasannya sendiri juga (mempengaruhi) dia,” tulis Derek terhadap kondisi Mo Li. (rgs)

Topik Terkait