IntipSeleb – Inovasi dalam dunia medis kecantikan dan estetika harus senantiasa didukung oleh edukasi ilmiah yang kuat serta kolaborasi yang berkelanjutan dengan pendekatan berbasis bukti ilmiah.
Hal tersebut pula yang kerap diimplementasikan oleh berbagai pihak terkait, untuk nantinya mampu memberikan manfaat optimal bagi pasien.
Dan semangat positif itu juga yang menjadi bagian penting dari terselenggaranya acara REVOK50 Skinfluencer Advocacy dengan mengusung tema "Exploring REVOK50 2.0: Beyond Bio-Stimulation—a new perspective on regenerative aesthetics that goes beyond conventional skin rejuvenation".
Event garapan Redo Marketing Indonesia yang berlangsung pada Sabtu malam 13 Juni 2026 di Hotel Episode Gading Serpong Tangerang tersebut menjadi wadah kolaboratif yang mempertemukan dokter estetika, pemangku kepentingan industri, serta para skinfluencer untuk mendiskusikan perkembangan terbaru dalam dunia regenerative aesthetics.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut pun menjadi momen diskusi yang tidak hanya berfokus pada peremajaan kulit, tetapi juga pada pendekatan yang lebih holistik dalam meningkatkan kualitas kulit melalui stimulasi regeneratif.
Membuka rangkaian acara tersebut, Mr David Teh selaku CEO Redo Marketing Indonesia yang menyampaikan pandangannya terkait perkembangan dan perspektif ilmiah terkait dunia industri klinis kecantikan dan estetika untuk kedepannya.
"Melalui REVOK50 Skinfluencer Advocacy, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang menggabungkan perspektif ilmiah, pengalaman klinis, serta suara dari para advokat kecantikan untuk memperluas pemahaman mengenai regenerative aesthetics," ungkap Mr David Teh.
"Kami percaya bahwa masa depan estetika tidak hanya tentang memperbaiki tampilan kulit, tetapi juga mendukung proses regenerasi yang berkelanjutan melalui pendekatan berbasis bukti ilmiah," terangnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Hengki Manaek selaku National Sales Manager REVOK50, menekankan komitmen REVOK50 dalam menghadirkan inovasi yang didukung oleh edukasi berkelanjutan bagi para tenaga medis di Indonesia.
"REVOK50 terus berupaya menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan praktik estetika modern," ujar Hengki Manaek.
"Melalui program advocacy seperti ini, kami berharap dapat memperkuat pemahaman mengenai konsep Beyond Bio-Stimulation serta mendukung dokter dalam memberikan hasil yang optimal dan berorientasi pada kepuasan pasien," lanjutnya.
Acara ini turut menghadirkan sesi Global Success Story yang dibawakan oleh Valeriia Minchenko, MD, yang membagikan pengalaman internasional terkait perkembangan REVOK50, pendekatan regenerative aesthetics, serta bagaimana konsep Beyond Bio-Stimulation telah menjadi bagian dari evolusi praktik estetika modern di berbagai negara.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, sejumlah dokter estetika terkemuka turut menjadi sorotan dalam diskusi ilmiah dan berbagi pengalaman klinis terkait penggunaan pendekatan regeneratif dalam praktik sehari-hari.
Mereka di antaranya adalah ZAP Clinic, dr. Gaby Syerly, M.Biomed AAM, dr. Imelda Tjoe, AAAM (USA) dari Medan, M.Biomed (AAM), MHum, MKes, dr. Eva Yuliana, dr. Tan Yuanita, dr. Chen ik Cen M.Biomed (AAM), dan Euromedica Clinic, juga dr. Alfi Hidayati, M.Kes dan dr. Nina Andriana M.biomed, M.kes, M.hum, dr. Beatrix Isabella, Dipl.AAAM, memberikan perspektif mengenai pentingnya pemahaman ilmiah, pengalaman klinis serta kepuasan pasien dalam mendukung penerapan inovasi estetika yang aman dan efektif.
Berbagai sesi ilmiah yang diselenggarakan membahas topik-topik penting, mulai dari scientific evidence di balik REVOK50, pengalaman klinis dan tingkat kepuasan pasien, evolusi skin booster dalam praktik estetika modern, hingga peran asam amino dalam regenerasi dan perbaikan kualitas kulit.
Selain itu, diskusi juga menyoroti bagaimana REVOK50 diposisikan sebagai solusi premium dalam tren regenerative aesthetics saat ini.
Melengkapi sesi ilmiah tersebut, acara Skinfluencer Advocacy Dinner Session menghadirkan para skinfluencer yang berbagi pengalaman dan perspektif mereka terkait perjalanan perawatan estetika.
Kehadiran para skinfluencer ini menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi yang lebih autentik dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih perawatan estetika yang aman, berbasis bukti ilmiah, dan dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen bersama dalam mendukung edukasi dan advokasi di bidang estetika regeneratif, acara ditutup dengan REVOK50 Skinfluencer Advocacy Recognition Ceremony, yang ditandai dengan penandatanganan Advocacy Commitment Board serta penyerahan sertifikat kepada para peserta yang terlibat.
Melalui penyelenggaraan REVOK50 Skinfluencer Advocacy, Redo Marketing Indonesia berharap dapat terus menjadi penghubung antara inovasi, edukasi ilmiah dan pengalaman nyata pasien untuk mendukung perkembangan regenerative aesthetics di Indonesia menuju standar praktik yang lebih maju, bertanggung jawab dan berfokus pada kualitas hidup pasien.




