img_title
Foto : Pinterest

IntipSeleb Gaya Hidup – Seperti biasa ANTV selalu memberikan kejutan-kejutan seru lainnya untuk para warga Tanah Air, kali ini pada Minggu 5 Maret 2023 mendatang ANTV bakal mengunjungi kota Sidoarjo sebagai salah satu rangkaian Road To Hut ANTV.

Sidoarjo merupakan salah satu kota yang terletak di Jawa Timur, tepatnya berdekatan dengan kota Surabaya. Kabupaten Sidoarjo berada di antara Sungai Porong dan Sungai Surabaya sehingga terkenal juga dengan sebutan kota Delta. Melansir dari berbagai sumber, IntipSeleb rangkum sejarah berdirinya Sidoarjo,Scroll yuk.

Zaman Kerajaan

Pinterest
Foto : Pinterest

Pada tahun 1019-1042 lalu, Sidoarjo merupakan daerah kekuasaan kerjaan Kahuripan. Saat itu dipimpin oleh Raja yang bernama Airlangga. Raja yang bergelar abhiseka Sri Maharaja Rakai Halu Sri Dharmawangsa Airlangga Anantawikramatunggadewa. Pada masa akhir pemerintahannya ia membagi dua kekuasaan untuk kedua putranya.

Pertama kerajaan barat disebut Kadiri berpusat di kota baru, yaitu Daha dipimpin oleh Sri Samarawijaya. Sedangkan kerajaan timur disebut Janggala (Jenggolo) yaitu Kahuripan, dipimpin oleh Mapanji Garasakan.

Zaman Penjajahan

Pinterest
Foto : Pinterest

Pada masa itu, kerajaan berubah menjadi negara Jawa Timur dengan ibukota Surabaya sekaligus menjadi pemerintahan kabupaten yang merupakan negara boneka di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Dengan seiring berjalannya waktu, di tahun 1851 baru lahirlah daerah Sidokare, yang daerah wilayahnya berada di Sidoarjo namun di bawah kekuasaan Kabupaten Surabaya. Sidokare saat itu dipimpin oleh patih R. Ng Djojohardjo yang bertempat tinggal di Pucang Anom (sekarang Kelurahan di bawah Kecamatan Sidoarjo).

Beberapa wkatu kemudian, tepatnya pada tahun 1859 lalu, Pemerintah Hindia Belanda membagi Kabupaten Surabaya menjadi dua wilayah pemerintahan yaitu Kabupaten Surabaya dan Kabupaten Sidokare (Sidoarjo). Pembagian wilayah itu diputuskan dalam surat No.9/1859 pada tanggal 31 Januari 1859 lalu.

Sementara, pada saat itu Pemerintah Hindia Belanda mengangkat R Notopuro (R.T.P Tjokronegoro) untuk memimpin Kabupaten Sidokare. R Notopuro (R.T.P Tjokronegoro) saat itu ia bertempat tinggal di kampung Pandean (Sidoarjo).

Sejak adanya pemisahan antara Surabaya dengan Sidokare itulahlah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Sidoarjo. Terlebih, Pemerintah Hindia Belanda saat itu kembali menggeluarkan keputusan No.10/1859 pada 25 Mei 1859, merubah nama Kabupaten Sidokare menjadi Kabupaten Sidoarjo.

Maka dari sanalah telah ditetapkan sebagai Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo. Sementara Bupati Sidoarjo pertama kali yaitu R Notopuro yang bergelar R.T.P Tjokronegoro I. Beliau menjabat mulai tahun 1859 hingga wafat pada tahun 1862.

Kemudian pada tahun 1863 lalu, jabatan tersebut kemudian digantikan R.T.A.A Tjokronegoro II yang dikenal dengan sebutan Kanjeng Djimat Djokomono, yang tak lain adalah Kakak Bupati Sidoarjo pertama. Kanjeng Djimat memipimpin cukup lama yaitu hampir 20 tahun dan baru pensiun di tahun 1883.

Zaman Kemerdekaan

Pinterest
Foto : Pinterest

Dalam buku ‘Pengantar Singkat Kabupaten Shidu Yazuo’ tidak menyebutkan kapan masa kemerdekaan itu. Dalam buku tersebut di halaman 5 hanya disebutkan bahwa Bupati Sidoarjo dipimpin oleh RAA Soejadi pada masa pendudukan Jepang.

Menurut informasi Wikipedia, wilayah delta Sungai Brantas, termasuk Shidu Azo, merupakan wilayah pemerintahan militer Jepang. Pendudukan Jepang dari tahun 1942 sampai 15 Agustus 1945. Namun, pada hari, bulan, dan tahun yang sama, Jepang menyerah kepada sekutunya hingga Indonesia merdeka.

Walaupun Ir Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda kembali melakukan upaya aktif untuk menduduki kembali daerah Sidoarjo. Alhasil, Belanda berhasil merebut Sidoarjo.

Walaupun Ir Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, Belanda kembali melakukan upaya aktif untuk menduduki kembali daerah Sidoarjo. Alhasil, Belanda berhasil merebut Sidoarjo.

Pada saat itulah pusat pemerintahan Siddhartha dipindahkan ke Porong (masih daerah Siddhartha) oleh pemerintah Indonesia. Bahkan, daerah Dungus (sekarang wilayah Kecamatan Sukodono) juga menjadi sasaran perseteruan dengan Belanda.

Kabupaten Situarzo kembali jatuh ke tangan Belanda, dan diusahakan untuk mendirikan pemerintahan seperti semula. Namun Belanda kembali ke Indonesia pada tahun 1949 sebagai hasil kesepakatan Konferensi Meja Bundar (KMB).

Sedangkan R. Soeriadi Kertosuprojo diangkat menjadi Bupati Sidoarjo tahun 1949-1958. Bupati Sidoarjo dengan pangkat Kolonel disita dari TNI dan Polri setelah Era Kemerdekaan hingga runtuhnya Orde Baru. Baru pada masa reformasi, sejak tahun 2000 hingga saat ini, jabatan tersebut dipegang oleh personel sipil.

Secara administratif Kabupaten Siduarjo terdiri dari 18 kecamatan, yaitu Jabon, Porong, Tanggulangin, Candi, Sidoarjo, Buduran, Gedangan, Sedati, Waru, Taman, Krian, Balongbendo, Prambon, Tulangan, Tarik, Kerembung, Wonoayu dan Sukodono. Sementara itu, ada 353 perangkat desa dan kantor jalan.

Kabupaten Sidoarjo memiliki banyak julukan antara lain Kota Delta, Udang dan Bandeng. Luas wilayah Kabupaten Sidoarjo adalah 714,24 KM. Kabupaten ini berbatasan dengan Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik di utara, Selat Madura di timur, Kabupaten Pasuruan di selatan, dan Kabupaten Moyokto di barat.

Jelang HUT ANTV ke-30, Kejutan ANTV bakal hibur warga Sidoarjo, di Parkir Timur GOR Delta, Minggu, 5 Maret 2023, mulai pukul 06.00 WIB. Sebagai rangkaian Road To HUT ANTV, Kejutan Sidoarjo akan dihibur oleh Armada, Mahhi Vij, Salsabila Koplo Superstar, Lala Widy, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, warga Sidoarjo juga bisa ikut serta dalam kegiatan Mantap Bikin Happy. Antara lain senam sehat, bazzar UMKM, lomba rakyat, penjualan sembako murah, juga beberapa kegiatan yang pastinya menghibur.

Makanya tetap pantengin semua program ANTV Rame. Serta tetaplah menjadi bagian dari Ramein Digital ANTV. (rgs)

Topik Terkait