img_title
Foto : Freepik

IntipSeleb Gaya HidupWaisak atau dikenal sebagai Vesak atau Hari Raya Buddha, adalah perayaan agama Buddha yang diperingati oleh umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan ini merayakan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, pendiri agama Buddha, yaitu kelahirannya, pencerahan spiritualnya, dan kematiannya.

Waisak merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk merenungkan ajaran Buddha dan menghormati perjuangannya dalam mencapai pencerahan. Yuk intip sejarah Waisak di bawah ini!

Sejarah Waisak

freepik
Foto : freepik

Sejarah Waisak dapat ditelusuri kembali ke abad ke-6 SM, saat Siddhartha Gautama lahir di Lumbini, Nepal, pada bulan purnama kedelapan (Vesak) dalam kalender Hindu-Buddha. Legenda menyebutkan bahwa kelahiran Siddhartha dikaitkan dengan kejadian-kejadian ajaib, seperti berjalan tujuh langkah setelah lahir dan mengucapkan kata-kata bijaksana.

Peristiwa kedua yang dirayakan dalam Waisak adalah pencerahan spiritual Siddhartha Gautama. Pada usia 29 tahun, Siddhartha meninggalkan istana dan hidup sebagai pertapa, mencari pemahaman mendalam tentang penderitaan dan jalan keluar darinya. Setelah bertahun-tahun menjalani meditasi yang ketat, pada usia 35 tahun, ia mencapai pencerahan di bawah pohon Bodhi di Bodh Gaya, India. Ia menyadari Empat Kebenaran Mulia dan Jalan Tengah yang memimpin menuju pembebasan dari siklus kelahiran dan kematian.

Peristiwa terakhir yang diperingati dalam Waisak adalah kematian Siddhartha Gautama. Pada usia 80 tahun, Siddhartha meninggal dunia di Kushinagar, India. Kematian Siddhartha Gautama disebut sebagai Parinirvana, yaitu pembebasan akhir dari siklus reinkarnasi. Perayaan Waisak mencakup pemahaman tentang sifat sementara kehidupan dan pentingnya mempraktikkan ajaran Buddha dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Prosesi Waisak

freepik
Foto : freepik

Perayaan Waisak bervariasi di berbagai negara, tetapi umumnya melibatkan kegiatan keagamaan dan kebaktian di kuil-kuil Buddha. Umat Buddha melakukan prosesi dengan membawa lilin dan bunga, menyanyikan sutra-sutra suci, dan mendengarkan ceramah agama. Di beberapa tempat, juga diadakan upacara pemberian makanan kepada para biksu dan kegiatan amal lainnya.

Waisak tidak hanya menjadi perayaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan toleransi antaragama dan perdamaian dunia. Selama perayaan ini, umat Buddha dan non-Buddha dapat bersatu dalam semangat saling pengertian dan kebaikan.

Seiring berjalannya waktu, Waisak menjadi perayaan yang lebih luas diakui dan dirayakan di tingkat global. Diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Raya Internasional, Waisak menggarisbawahi nilai-nilai universal seperti kedamaian, kebijaksanaan, dan keberanian dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Pada hakikatnya,Waisak adalah perayaan penting bagi umat Buddha yang merayakan kelahiran, pencerahan spiritual, dan kematian Siddhartha Gautama. Perayaan ini menyebarkan pemahaman ajaran Buddha, toleransi antaragama, dan perdamaian dunia. Waisak mengajarkan pentingnya merenungkan nilai-nilai spiritual dan menerapkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Topik Terkait