img_title
Foto : Instagram.com/@pikbakinghouse

“Nggak bekerja. Tadinya bekerja, tadinya punya aset, ada aset dijual jadi buat biayain untuk biaya hidup, tapi namanya lebih besar pasak daripada tiang,” ungkapnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan finansial menjadi salah satu sumber utama keretakan rumah tangga mereka.

Lebih jauh, Ci Mehong juga mengungkap beban finansial yang berkaitan dengan anak-anak suaminya dari pernikahan sebelumnya. Saat menikah 15 tahun lalu, kedua anak tersebut masih kecil. Kini, usia mereka telah menginjak 26 dan 29 tahun.

Ia mengaku selama ini masih bisa memaklumi karena menganggap mereka masih membutuhkan perhatian dan dukungan. Namun, menurutnya, di usia akhir 20-an, seseorang seharusnya sudah mampu mandiri secara finansial.

“Sudah nggak tahan diplorotin. Diplorotin itu bukan buat dia pribadi tapi buat anaknya. Anaknya itu udah gede umur 26 sama 29 tahun,” tuturnya.

“Saya pikir kalau kita balik ke umur 15 tahun lalu ya kita pikir masih kecil nggak apa-apa. Tapi kalau itu kan sudah dewasa,” tambahnya.

Perasaan tertekan yang ia rasakan selama setahun terakhir disebut menjadi puncak dari akumulasi persoalan yang tak kunjung menemukan titik terang.

Topik Terkait