img_title
Foto : IG @tasyakamila

IntipSeleb – Sorotan terhadap penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini mengarah ke Tasya Kamila. Artis sekaligus alumni Columbia University itu menuai hujatan setelah memaparkan kontribusinya pasca menyelesaikan studi S2 di luar negeri.

Alih-alih mendapat apresiasi karena bersikap terbuka, Tasya justru menghadapi gelombang kritik. Warganet menilai kontribusi yang ia tampilkan tidak sebanding dengan dana miliaran rupiah yang digelontorkan negara melalui beasiswa LPDP.

Perdebatan bermula ketika Tasya mempublikasikan laporan pengabdian setelah masa studi. Dalam laporan tersebut, ia menyebut sejumlah aktivitas seperti menjadi pembicara seminar, terlibat dalam proyek lingkungan, hingga mengampanyekan isu keberlanjutan lewat media sosial.

Namun, sebagian netizen menilai bentuk kontribusi tersebut terlalu sederhana. Mereka membandingkannya dengan besarnya anggaran beasiswa LPDP yang bersumber dari pajak masyarakat. Kritik pun bermunculan dengan nada mempertanyakan dampak nyata dari kegiatan yang dilakukan Tasya.

Isu ini semakin sensitif karena sebelumnya publik juga ramai membahas kasus Dwi Sasetyaningtyas, awardee LPDP S2 di Belanda. Situasi itu membuat warganet lebih kritis terhadap para penerima beasiswa, termasuk figur publik.

Menanggapi polemik tersebut, Tasya Kamila menegaskan bahwa dirinya telah menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai aturan LPDP. Ia merujuk pada rumus 2n+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun masa pengabdian.

"Tugas pengabdianku secara resmi sudah selesai. Kontribusi itu bentuknya macam-macam, tidak harus selalu di birokrasi, tapi bisa lewat edukasi dan proyek lingkungan," kata Tasya dalam klarifikasinya, Senin, 23 Februari 2026.

Tasya menekankan bahwa kontribusi tidak selalu harus berbentuk posisi struktural di pemerintahan atau birokrasi. Ia memilih jalur edukasi publik dan advokasi lingkungan sebagai bentuk pengabdian.

Kasus ini menunjukkan tingginya ekspektasi masyarakat terhadap penerima beasiswa LPDP, terlebih jika awardee berasal dari kalangan artis yang memiliki sorotan publik besar.

Sebagian warganet berharap awardee memberikan dampak konkret yang terukur, seperti merancang kebijakan, membangun program skala nasional, atau terlibat langsung dalam institusi negara. Di sisi lain, Tasya melihat kontribusi dalam spektrum yang lebih luas.

Topik Terkait