img_title
Foto : IntipSeleb
IntipSeleb
Foto : IntipSeleb

Produser film, Deden Ridwan, menegaskan bahwa cerita dalam film ini bukan hanya sekadar kritik terhadap sistem, tetapi juga menyimpan harapan akan perubahan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, karakter Dipa menjadi simbol harapan bagi masyarakat yang masih percaya pada nilai keadilan.

“Film ini mengajak penonton melihat bahwa di balik kemarahan dan sikap sinis kita terhadap penegakan hukum, masih ada harapan bagi keadilan jika sistem diisi oleh orang-orang yang tegak lurus. Dipa adalah perwujudan dari harapan yang hampir mustahil itu,” kata Deden Ridwan.

Film Meja Tanpa Laci disutradarai oleh Ody Harahap yang bekerja sama dengan penulis skenario Joko Nugroho. Keduanya berusaha menghadirkan cerita realistis tentang beratnya tanggung jawab mengenakan seragam di tengah sistem birokrasi yang bermasalah.

Ody menggambarkan film ini seperti berada di “pinggir jurang”, di mana seseorang harus menghadapi ketidakberdayaan saat berhadapan dengan sistem yang sudah rusak hingga ke akar.

“Mungkin satu kalimat yang tepat adalah film ini terasa seperti berada di pinggir jurang. Tantangan terbesar adalah menghadapi ketidakberdayaan ketika harus berhadapan dengan birokrasi yang sudah terinfeksi hingga ke akar,” ungkap Ody Harahap.

Topik Terkait