IntipSeleb – DJ Bravy akhirnya buka-bukaan soal perjalanan spiritualnya yang cukup unik dan penuh lika-liku. Saat livestreaming di Marapthon, dia mengaku pernah mencoba masuk Islam, namun bukan karena keyakinan mendalam, melainkan dipengaruhi hubungan asmara yang dijalaninya saat itu.
Pengakuan tersebut langsung mencuri perhatian publik, apalagi pria bernama asli Bravyson Vconk menyampaikannya dengan gaya santai khasnya.
“Gue udah login, Cong, gue login berkali-kali, gue login-logout, guys, tapi logout lagi, logout lagi,” ujar DJ Bravy menjawab pertanyaan Tepe.
Menurutnya, momen tersebut terjadi saat ia menjalin hubungan dengan mantan kekasih yang beragama Islam. Dalam hubungan itu, ia sempat diminta untuk mengucapkan syahadat sebagai bentuk keseriusan.
“Pernah masuk Islam, cuma masuk Islamnya nggak sampai ngaji, mantan gue dulu Islam, lama gue pacaran,” ungkapnya.
Bahkan, Bravy sempat menirukan kembali momen ketika dirinya mencoba mengucapkan kalimat syahadat, meski diakuinya belum benar-benar memahami maknanya secara utuh.
“Coba kamu syahadat, Asyhadu alla ilaha illallah, terus apa lagi, wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah, tiga kali ya?” ucapnya.
Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman tersebut tidak bisa disebut sebagai perpindahan keyakinan secara sepenuhnya. Ia menyebutnya lebih sebagai proses belajar dan rasa ingin tahu terhadap ajaran agama lain.
Bravy mengaku memang memiliki ketertarikan besar untuk mempelajari berbagai agama di dunia. Ia bahkan menyebut telah mengeksplorasi sejumlah ajaran seperti Hindu, Buddha, Kristen Protestan, Katolik, hingga Islam.
“Sebenarnya gue lebih ke belajar, karena gue suka mempelajari semua agama, termasuk Hindu, Buddha, Kristen Protestan, Katolik, Islam,” jelasnya.
Dari proses tersebut, Bravy menemukan adanya kesamaan nilai di antara berbagai agama, terutama dalam hal kebaikan dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Menurutnya, perbedaan yang paling mencolok terletak pada sosok nabi yang dipercaya dalam masing-masing ajaran.
“Yang membedakan paling nabinya, nabi terakhir itu Nabi Muhammad, sebelum itu Nabi Isa, Isa itu Yesus kan,” katanya.
Meski begitu, Bravy menilai bahwa pada dasarnya semua agama memiliki tujuan yang sama, yakni mengajarkan kebaikan.
“Iya, Tuhannya satu, cuma memang nabinya berbeda, tapi ajarannya mirip-mirip tentang kebaikan,” tutupnya.