img_title
Foto : Youtube.com/Intens Investigasi

Gilang menilai usulan memindahkan gerbong perempuan ke tengah sementara gerbong laki-laki berada di ujung tidak mencerminkan sosok yang berada di garis depan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

"Statement anda yang mengusulkan bahwa gerbang perempuan akan pindah ketengah sementara laki-laki diujung menurut saya sangat tidak mencerminkan seseorang yang berdiri di garda terdepan untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," tulisnya.

Dalam unggahan tersebut, Gilang Dirga menyebut ada sejumlah pihak yang menurutnya tersinggung atas pernyataan tersebut.

Pertama, laki-laki yang dianggap seolah tidak berharga dan boleh menjadi korban demi keselamatan perempuan. Kedua, perempuan yang selama ini memperjuangkan emansipasi, namun dianggap lebih lemah dan harus selalu dilindungi.

Ketiga, pihak KAI yang dinilai mungkin memiliki solusi lebih teknis dan efektif, seperti perbaikan sistem sensor maupun komunikasi. Keempat, keluarga korban yang menurut Gilang tentu berharap insiden serupa tidak terjadi lagi kepada siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Kelima, Presiden Prabowo yang telah memberikan kepercayaan kepada Arifah Fauzi sebagai menteri.

Di akhir unggahannya, Gilang juga menyoroti cara berkomunikasi pejabat publik yang dinilai masih kerap memicu polemik di tengah masyarakat.

"Sampai kapan kita harus selalu disuguhkan dengan buruknya cara berkomunikasi dan public speaking pejabat seperti anda? apakah masih ada pejabat yang betul-betul bicara dengan 'hati'?" pungkasnya.

Topik Terkait