img_title
Foto : Ist

“Ini lebih dari sekadar album atau kumpulan lagu, ini adalah penanda zaman dari Black Horses untuk kita semua yang tinggal di Indonesia,’ ujarnya.

Sementara itu, Coki mengungkapkan proses produksi album ini memiliki tantangan tersendiri. Meski sudah mengenal para personel Black Horses dengan baik, tetap ada proses panjang untuk menemukan hasil akhir yang ideal namun tetap dekat dengan audiens.

“Proses produksi materi-materi dalam album ini punya tantangannya sendiri. Syukurnya, gue udah kenal dengan semua personil Black Horses dengan baik. Sehingga, tantangannya lebih ke output yang sama-sama kita inginkan secara idealis, tapi harus juga relate dengan audiens” tambah Coki selaku produser dan pencipta beberapa lagu di album Jahanam ini.

Secara musikal, Jahanam dirancang untuk mengedepankan energi live band yang selama ini menjadi ciri khas Black Horses. Sementara dari sisi lirik, mereka memilih untuk tidak menggurui pendengar, melainkan berbagi keresahan, pengalaman, dan realita sosial yang dirasakan bersama.

Lewat album ini, Black Horses seperti ingin menyampaikan bahwa kebebasan untuk bersuara dan mengambil sikap masih selalu ada selama manusia masih memiliki keberanian untuk melakukannya.

Topik Terkait