img_title
Foto : Dok pri

IntipSeleb – Aktris Ferly Halim resmi melangkah ke babak baru kariernya. Pada 2026, ia tidak hanya duduk di depan kamera, tapi juga mengambil peran sebagai sutradara sekaligus produser dalam film drama keluarga berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis, produksi Langit Pictures Indonesia.

Ini menjadi debut penyutradaraan Ferly Halim, sebuah pencapaian yang ia akui sebagai impian yang sudah lama ingin diwujudkan.

"Saya memang mencoba tantangan baru. Selama ini saya berada di dunia akting, dan kali ini saya mencoba bidang penyutradaraan. Alhamdulillah, film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi debut saya sebagai seorang sutradara," kata Ferly Halim saat ditemui di Trevoy Hub, Taman Mini, Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2026.

Selain menyutradarai, Ferly turut menjabat sebagai produser film yang dibintangi Shanty, Aryo Wahab, Didi Riyadi (Didi Element), Ari Irham, dan sejumlah pemain lainnya. Keberaniannya mengambil dua peran sekaligus mencerminkan keseriusannya dalam menghadirkan karya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Film ini mengangkat tema hubungan ibu dan anak yang kerap diwarnai kesalahpahaman akibat buruknya komunikasi. Menurut Ferly, banyak konflik keluarga sebenarnya bukan lahir dari kurangnya kasih sayang, melainkan dari ketidakmampuan mengungkapkan perasaan dengan cara yang tepat.

"Kadang seorang anak merasa ibunya tidak peduli karena sering melarang atau marah. Padahal, sebenarnya ada alasan dan rasa sayang di balik itu semua. Ketika komunikasi mulai terjalin dengan baik, mereka akhirnya memahami satu sama lain. Jadi sebenarnya banyak konflik yang muncul karena kesalahpahaman," ungkap Ferly.

Kisah dalam film ini memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan kehidupan pribadi Ferly. Beberapa dialog dan adegan terinspirasi dari pengalaman nyatanya bersama sang ibu. Ia bahkan menciptakan sendiri lagu yang menjadi bagian penting dari film tersebut.

Ferly mengisahkan bahwa ia pernah mengucapkan janji kepada ibunya, bahwa ia tidak akan pernah membiarkan sang ibu menangis. Kalimat itulah yang kemudian menjadi inspirasi utama cerita sekaligus lagu dalam film.

"Lagu itu saya ciptakan untuk ibu saya. Ada bagian-bagian yang diambil dari dialog yang pernah saya sampaikan kepada beliau. Jadi film ini memang sangat personal bagi saya," katanya.

Selain drama keluarga, Takkan Kubiarkan Kau Menangis juga mengisahkan perjuangan seorang anak muda yang bermimpi menjadi musisi. Karena itu, Ferly sangat selektif dalam memilih pemeran.

Ia mencari aktor yang mampu bernyanyi dan bermain musik, atau setidaknya bersedia belajar secara intensif sebelum proses syuting dimulai.

"Kami membutuhkan aktor yang bisa bernyanyi dan bermain musik. Saat casting, itu menjadi salah satu pertanyaan utama. Kalau belum bisa, apakah mereka mau belajar? Syukurnya para pemain sangat antusias dan mau menjalani latihan selama beberapa bulan," jelasnya.

Bagi Ferly Halim, debut sebagai sutradara bukan sekadar pencapaian profesional. Ini adalah perjalanan emosional yang mempertemukannya dengan kenangan, keluarga, dan impian yang selama ini tersimpan.

Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ferly ingin mengajak penonton memahami pentingnya komunikasi, kasih sayang, dan pengorbanan seorang ibu yang sering baru disadari ketika waktu telah berlalu.

Topik Terkait