IntipSeleb – Film horor emosional Cerita Lila tak hanya menghadirkan teror supranatural, tetapi juga konflik keluarga yang kompleks. Hal itu dirasakan langsung oleh Lutesha yang memerankan karakter Tari.
Saat gala premier film ini, Lutesha mengungkap bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi bukanlah adegan horor, melainkan perjalanan emosi karakternya yang begitu berat.
Tari Dihantam Masalah Bertubi-tubi
Menurut Lutesha, kehidupan Tari dipenuhi berbagai tekanan yang membuat karakternya harus terus berada dalam kondisi emosional yang tidak stabil.
"Sebenernya ya kehidupannya si Tari sih udah diceritain dari awal sebagaimana dia susahnya berjuang menghidupi Nia, ditambah lagi dia ditekan sama kondisi finansialnya, dia lagi berantemin hak asuh, terus ditambah lagi dia harus menjual rumahnya Rahma, diganggu Rahma dan gangguan lainnya," kata Lutesha.
Banyaknya persoalan yang menimpa Tari membuat aktris tersebut harus memainkan emosi yang terus berkembang sepanjang film.
"Tapi yang paling menurut aku, dari karakter aku yang paling susah itu yaitu eskalasi emosinya, dari yang bawah sampai klimaksnya itu susah banget," lanjutnya.
Adegan Kesurupan Jadi Favorit Lutesha
Meski menghadapi tantangan emosional yang berat, Lutesha justru mengaku paling menikmati adegan kesurupan yang menjadi salah satu elemen penting dalam film.
"Yang paling seru tentunya kesurupan. Heeh seru, mengejar-ngejar Nia seru," ujarnya sambil tertawa.
Pernyataan itu langsung disambut candaan oleh lawan mainnya, Shareefa Daanish.
"Aku yang takut," celetuk Shareefa yang langsung mengundang tawa para pemain dan awak media.
Lutesha kemudian mengungkap bahwa salah satu adegan yang paling berkesan baginya melibatkan teknik pengambilan gambar yang cukup menantang.
"Ada satu teknik di mana badan aku di-rigging kamera, jadi aku harus lari tapi kameranya cukup berat, nempel di badan aku dan itu harus tektokan sama anak kamera dan itu seru," jelasnya.
Shareefa Daanish Harus Gali Emosi Negatif untuk Adegan Kejam
Di sisi lain, Shareefa Daanish mengaku tantangan terberatnya dalam Cerita Lila bukan hanya soal mempelajari keterampilan menjahit untuk karakter Rahma, tetapi juga menghadapi salah satu adegan yang sangat emosional.
Menurutnya, ada satu momen dalam film yang mengharuskannya menggali sisi tergelap dari emosi manusia.
"Yang paling berat itu ada satu scene yang emang saya ngerasa gimana caranya untuk mencapai emosi tersebut," ungkap Shareefa.
Ia menjelaskan bahwa adegan tersebut menuntutnya memahami tindakan yang sangat kejam dan penuh kemarahan.
"Suatu hal yang bisa dibilang sangat kejam dan keji yang bisa manusia lakukan. Gimana caranya untuk mencapai emosi itu dan mengumpulkan begitu banyak emosi negatif untuk bisa sampai ke sana," lanjutnya.
Pengakuan Lutesha dan Shareefa semakin memperkuat pernyataan sutradara Bobby Prasetyo sebelumnya bahwa Cerita Lila bukan sekadar film tentang teror makhluk gaib.
Film yang diadaptasi dari kisah nyata versi Sara Wijayanto ini juga mengeksplorasi trauma, kehilangan, konflik keluarga, hingga sisi tergelap manusia yang kerap kali lebih menakutkan daripada hantu itu sendiri.
Dengan perpaduan horor dan drama emosional yang kuat, Cerita Lila siap menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan saat tayang di bioskop pada 18 Juni 2026.