img_title
Foto : Instagram/@fathuurr_

Atiatul MuqtadirSumber: Instagram/@fathuurr_

Video yang diawali dengan pertanyaan mengapa cowok yang pandai mengaji ini dipanggil Fathur, padahal nama panjangnya tidak ada nama Fathur sedikitpun. Menurutnya, nama Muhammad Atiatul Muqtadir diberikan oleh sang kakek, sedangkan nama Fathur diberikan oleh ayahanda. Jadi akan bingung jika seseorang harus memanggil nama dari Muhammad Atiatul Muqtadir, sehingga diciptakanlah nama Fathur sebagai nama panggilan.

“Karena yang ngasih nama panjang sama pendek tuh beda. Jadi kakek ngasih nama panjang, ayah kasih nama pendek, dan nama pannang itu ada duluan Muhammad Atiatul Muqtadir. Nah coba temen-temen bayangin kalau jadi ayah saya kira-kira bakal ngasih nama pendek apa? Nah susah kan, makannya diciptakanlah nama baru yaitu Fathur,” ujarnya.

Manage waktu

Pertanyaan yang dilontarkan warganet kepada Fathur mayoritas berisi tentang perkuliahan. Seorang netter menyakan bagaimana cara Fathur untuk mengatur waktu agar seimbang antara akademik, organisasi, sosial dan ibadah. Fathur menyatakan bahwa lebih memilih kata memaksimalkan daripada menyeimbangkan. Karena sebagai mahasiswa harus memaksimalkan ketiga potensi yang ada. Yaitu potensi spiritual, potensi emosional dan potensi intelektual.

Fathur menyarankan pada semua mahasiswa untuk menjadikan potensi spiritual sebagai landasan dalam hidup. Yaitu, hubungan transidental kepada Tuhan, yang memberikan kekuatan untuk membangun hubungan horizontal dengan manusia dan pencapaian-pencapaian akademik. Sedangkan dua potensi lainnya dijelaskan Fathur untuk banyak membangun literasi, kuliah, ikut diskusi dan terjun ke masyarakat.

“Memaksimalkan potensi intelektual (dengan) banyak-banyak literasi, kuliah yang rajin, ikut diskusi. Bagaimana membangun hubungan emosional? (dengan) terjun ke masyarakat, berorganisasi, dan tentunya membangun hubungan spiritual dengan disiplin dalam ibadah,” tutur Fathur

Topik Terkait