img_title
Foto : Ist

Sebagai sutradara, Benni Setiawan menempatkan keseimbangan antara humor dan emosi sebagai salah satu elemen penting dalam film ini. Setiap karakter diberi ruang untuk menunjukkan kepribadiannya melalui interaksi sehari-hari, termasuk ketika mereka bersikap lucu, menyebalkan, atau memperlihatkan sisi rapuh.

“Saya ingin penonton mengenal karakter-karakter ini melalui keseharian mereka. Ada hal yang lucu, ada yang menyebalkan, ada juga yang menyentuh. Justru dari hal-hal kecil seperti itu, kita bisa melihat bahwa setiap orang punya cerita yang tidak selalu terlihat dari luar,” ujar Benni Setiawan.

Pendekatan tersebut membuat konflik dalam film tidak hanya bergantung pada peristiwa besar. Hal-hal sederhana dalam hubungan antarkarakter menjadi bagian penting untuk memperlihatkan perubahan sikap dan cara mereka memahami satu sama lain.

Dibintangi Donny Damara, Boris Bokir, hingga El Putra Sarira

Daya tarik Yang Disebut Nakal juga diperkuat oleh jajaran pemain lintas generasi. Film ini menghadirkan aktor senior Donny Damara, komika sekaligus aktor Boris Bokir, serta Aming.

Mereka beradu peran dengan sejumlah aktor muda, yakni El Putra Sarira, Fatih Unru, Giulio Parengkuan, Jeremie Moeremans, Andrew Baret, Richard Derick, dan Rafi Sanjaya.

Perpaduan pemain senior dan generasi muda tersebut menjadi bagian dari dinamika cerita, terutama ketika para karakter harus hidup bersama di lingkungan yang menuntut mereka untuk beradaptasi.

Topik Terkait