img_title
Foto : IntipSeleb/Yudi

IntipSeleb Lokal – Selebgram sekaligus pengusaha, Medina Zein, sempat mengumumkan bahwa rumah tangganya dengan Lukman Azhari sedang diterpa masalah. Bahkan, Medina sampai mengaku terkena KDRT oleh sang suami.

Perihal isu ini, Lukman Azhari angkat suara. Ia membantah isu miring tersebut. Penasaran bagaimana hubungan rumah tangga Medina Zein dan Lukman Azhari? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Lukman Azhari Mengaku Setia Temani Medina Zein

Instagram/lukmanazhari18
Foto : Instagram/lukmanazhari18

Suami Medina Zein, Lukman Azhari mengatakan bahwa dirinya senantiasa dampingi Medina Zein. Ia pun menampik adanya kisruh serius di dalam rumah tangganya.

"Enggak ah, saya selalu mendampingi kok dari awal. Kalau pun ada sesuatu masalah saya sama Medi, itupun hanya sifatnya hanya sementara," kata Lukman Azhari saat ditemui awak media di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 15 Agustus 2022.

"Tapi, dari awal saya selalu mendampingi kok," imbuhnya.

Namun, Lukman Azhari tak menampik jika ada masalah dalam rumah tangganya. Baginya, masalah dalam hubungan rumah tangga adalah hal yang biasa.

"Kalau pun ada masalah, itu lumrah ya di hubungan satu rumah tangga. Tapi, lagi-lagi, saat orang saat ini butuh di-support, ya kita harus support sesuai dengan kemampuan," jelas Lukman Azhari.

Lukman Azhari Tepis Isu Selingkuh

Instagram/medinazein
Foto : Instagram/medinazein

Lukman Azhari pun turut angkat suara soal isu keretakan hubungan rumah tangganya dengan Medina Zein. Lukman mengaku sudah paham dengan kondisi Medina yang kurang stabil.

Sebagaimana diketahui, Medina menyatakan bahwa Lukman memiliki wanita lain di belakangnya.

"Kalau Medina itu kan keadaan dia enggak stabil. Dia memang enggak gampang, kita harus menyesuaikan diri dengan orang yang seperti Medina. Karena saya mendampinginya dari awal," kata Lukman Azhari.

Tahu istrinya kurang stabil, Lukman Azhari sampai rela menemani tambatan hatinya itu berobat ke psikiater. Ia pun bahkan peduli dengan obat yang dikonsumsi oleh Medina.

"Saya pun sering bertanya kepada dokter, 'ini obat untuk apa?'. Salah satunya obat untuk panik jika lagi fase yang sedang semangat-semangatnya. Maka, diberikan obat agar tidak over. Lalu ada masanya dia sedang depresi, juga ada obatnya, agar depresinya tidak berlebihan," pungkas Lukman Azhari. (bbi)

Topik Terkait