X
  • Nana Mirdad

Isis harus menjalani test rapid meski tidak menunjukkan gejala sama sekali. Untuk itu, Tony menemani sang anak menjalani karantina sampai alat test rapid Covid-19 datang setelah Hari Raya Nyepi. Namun akhirnya, Tony memutuskan untuk membawa pulang sang anak dari tempat karantina karena merasa rawan terinfeksi tanpa alat pelindung diri (APD). Begitu sampai rumah, keduanya pun langsung memanggil dokter dan telah diberikan serifikat yang menyatakan kalau anaknya sehat. 

Setelah sekian lama berada di tempat tanpa dibekali APD akhirnya Tony memutuskann untuk membawa anaknya  pulang ke rumah. Sampai rumah pun mereka langsung memanggil dokter dan dokter memberikan health certificate untuk Isis, menyatakan kalau Isis sehat,” katanya.

Namun, 100 warga setempat mendatangi kediaman rekan Nana dan memaksa keduanya untuk kembali karantina sampai waktu yang tidak ditentukan meski telah menunjukkan sertifikat keterangan sehat. Data pribadi seperti foto, video, alamat hingga nomor telepon bapak dan anak itu pun tersebar. 

Malam itu juga rumah Tony pun didatanngi oleh lebih dari 100 orang, Tony bahkan menunjukkan health certificate itu namun tidak diterima dan akhirnya mereka dipaksa untuk balik ke karantina dan melewati hari Nyepi di karantina tanpa pemeriksaan kesehatan ataupun standard APD yang seharusnya. Foto, video, alamat sampai no telfon Tony dan Isis pun disebar kemana-mana seakan mereka buronan,” tuturnya.

Bapak dan anak itu dikarantina paksa di kamar mandi

Nana Mirdad