img_title
Foto : Bengkelburger

IntipSeleb Lokal – Baru-baru ini, restoran yang belum lama buka cabang di Indonesia, Karen’s Diner tengah hangat menjadi perbincangan warganet hingga menduduki trending topik di Twitter, pada Sabtu, 17 Desember 2022.

Restoran yang mengusung konsep pelayan ‘jutek’ ini menuai pro dan kontra dari warganet, salah satu yang disorot adalah perihal body shaming kepada pelanggan. Kok bisa? Yuk baca selengkapnya!

Pelayannya Dinilai Lakukan Body Shaming

Restoran Karen’s Dinner akan meresmikan pembukaan di Jakarta tanggal 20 Desember 2022, dan sudah menerima pelanggan sejak 15 Desember 2022 lalu. Namun, baru beberapa hari mereka hadir, namanya sudah ramai dibahas.

Banyak video review yang menunjukkan bagaimana pelayan Karen’s Diner versi Indonesia. Sesuai dengan taglinenya, ‘Great Burger and Very Rude Service’, Karen's Diner menawarkan pelayanan yang kasar tidak sopan.

Sayangnya, tak sedikit yang menganggap Karen’s Diner versi Indonesia itu terlalu berlebihan. Pasalnya, bukan hanya ‘jutek’ dan tidak ramah, tapi juga dianggap tidak sopan sekaligus kurang ajar kepada pelanggan.

Seperti video yang diunggah akun TikTok @bela.sungkawa yang memperlihatkan bagaimana karyawan Karen’s Diner menghina seorang pelanggan dan mengatakan wajahnya seperti pantat panci.

"Kok cringe banget ny*t agak disturbing to watch bahkan. Mereka ngerti nggak sih arti Karen itu apa? Yes Karen is demanding and rude tapi mannerismnya ga kayak gitu," ungkap sang kreator.

Awal-awal ngira oke lah ga bakal cringe, anj*r pas udah nontonin video yg seliweran di toktok, cringe abisss. Masa ada yang body shamming cust juga??? Beda bgt deh keknya sama konsep karen's diner yg di luar. Dannn gue setuju bgt sama opini mas ini,” komentar warganet yang menanggapi komentar kreator tersebut.

Warganet yang Membela Sebut Konsepnya Memang Seperti Itu

Di sisi lain, ada pula beberapa netizen yang pro dan memberikan penilaiannya dengan memaklumi bahwasannya konsep Karens Diner itu memang seperti.

"Fyi Karen's diner di Australia waitersnya juga numpahin saos dan ngemilin makanan pelanggannya," ujar warganet yang membela.

Kita ngerasa too much karna kita paham bahasanya gasih, simpelnya kalo kalian gasuka yaudah gausah dateng, kan emang konsepnya kaya gitu,” kata warganet lainnya. (nes)

Topik Terkait