img_title
Foto : Berbagai sumber

“Ekspresi wajah itu tidak bisa terlalu valid karena tertutup masker. Tapi, dari kata-kata yang diucapkan (Ferry) sudah jelas bahwa masih ada excuse (alasan),” ujar pakar ekspresi itu.

“Permintaan maaf yang tulus, ditandai dengan 3 hal. Pertama, siapa yang meminta maaf dan kepada siapanya. Dalam hal ini ia mengakui dirinya yang meminta maaf dan ditujukan kepada siapa sudah jelas. Tapi, yang ketiga, ketika menyatakan alasan kenapa ia meminta maaf, itu nggak jelas, kata-katanya ngambang semua. Nggak segalak kuasa hukumnya, sebelum dia ditahan,” lanjutnya.

Senada dengan psikolog, Zoya Amirin, Kirdi juga menyoroti sikap Ferry yang membawa-bawa sang ibu seolah jadi ‘sandera’.

“Kemudian, kita bicara soal hostage situation (situasi penyanderaan). Dia menaruh posisi ibunya sebaai sandera ‘ya kan kalau saya masuk, siapa lagi yang akan mengurus ibu’ dan sebagainya,” ujar Kirdi Putra.

Topik Terkait