Foto : AI

FOMO merupakan pengalaman yang cukup umum di tengah penggunaan media sosial yang semakin intensif. Namun, ketika dorongan untuk terus memeriksa media sosial mulai mengganggu aktivitas, waktu istirahat, hubungan sosial, atau membuat seseorang terus merasa cemas dan tidak cukup baik, kebiasaan tersebut perlu diperhatikan.

Penelitian terbaru juga menemukan hubungan antara problematic social networking use, FOMO, dan gejala kecemasan. Namun, hubungan tersebut tidak berarti setiap orang yang mengalami FOMO pasti mengalami gangguan kesehatan mental.

Pada akhirnya, media sosial seharusnya menjadi alat untuk berkomunikasi dan mendapatkan informasi, bukan menjadi ukuran keberhasilan hidup seseorang.

Jadi, tidak apa-apa jika sesekali memilih untuk tidak tahu apa yang sedang viral. Tidak apa-apa pula melewatkan sebuah acara, tren, atau unggahan. Sebab, menikmati kehidupan yang sedang dijalani bisa menjadi jauh lebih penting daripada terus memastikan diri tidak ketinggalan.

Topik Terkait