img_title
Foto : Pexels/Tima Miroshnichenko

Hal-hal di atas adalah gejala umum tekanan tinggi di dalam kepala, sedangkan bagian gejala yang lain berdasarkan lokasi, yang tergantung dengan bagian otak yang terkena tumor.

“Kalau dia (tumor) mewakili gerak sebelah kanan, yang kena maka daerah tersebut kalau ada tumornya, maka tangan dan kaki kanannya mungkin lumpuh atau lemah,” ucap dr. Julius Juli.

Nah, kemudian kalau kena di daerah penglihatan, gangguan lapangan penglihatan. Kalau kena di daerah bicara, orangnya jadi enggak bisa bicara,” ia melanjutkan.

Selain itu, ada gejala yang disebut gejala topografis, yaitu gejala yang berdasarkan lokasi tumor. Jika tumornya primer atau sekunder atau bahkan infeksi atau perdarahan, kalau terkena daerah tersebut akan memberikan gejala yang kurang lebih mirip.

Prof. Dr. dr. Julius Juli, SpBS, K menjelaskan bahwa pihak medis “tidak tahu persis” pemicu dari penyakit ini karena tumor adalah sel yang berubah sifat atau bermutasi dengan perubahan perilaku yang tidak bisa ditebak.

Meskipun begitu, ada sekelompok faktor risiko tumor otak yang bisa kamu hindari dan waspadai. Apa sajakah itu?

  • merokok
  • makan makanan berpengawet tinggi
  • minum alkohol berlebih
  • pola hidup tidak sehat (kurang tidur, dsb.)
Topik Terkait