img_title
Foto : Istimewa

"Ruben berpikir bahwa memproduksi mukena itu salah satu bisnis yang mungkin akan bisa menghasilkan, ya momentumnya tepat," tutur sang pengacara.

Namun seiring waktu berjalan, situasi mulai berubah. Philipus disebut mulai meminta sejumlah dana dengan alasan kebutuhan produksi. Ia berdalih uang muka dibutuhkan sebagai prosedur standar agar pabrik mulai bekerja.

Tak berhenti di situ, Philipus juga meminta dana tambahan dengan alasan biaya hiburan atau entertain demi mendapatkan harga produksi terbaik.

"Untuk mencari pabrik dengan harga yang bagus, dia memerlukan beberapa biaya untuk entertain," ujar Minola lagi.

Karena sudah percaya, Ruben disebut memenuhi permintaan tersebut dan melakukan beberapa kali transfer dana. Menurut keterangan kuasa hukum, uang dikirim ke dua rekening berbeda.

"Satu ke rekening pribadinya Philipus sendiri, satu ke rekening PT Venteny Fortuna Indo," kata Minola Sebayang.

Dalam perjanjian kerja sama, total nilai investasi yang disepakati mencapai angka fantastis yakni Rp5,5 miliar dengan skema pembagian keuntungan tertentu.

Topik Terkait