img_title
Foto : Berbagai sumber

IntipSeleb – Putra Siregar dan Rico Valentino terlibat kasus pengeroyokan yang memakan seorang korban. Korban dalam kasus tersebut bernama Nur Alamsyah

Baru-baru ini terungkap sosok Nur Alamsyah yang ternyata ayahnya memiliki profesi tak main-main. Lantas, siapa sosok Nur Alamsyah? Simak selengkapnya di bawah ini.

Sosok Nur Alamsyah

instagram/insta_julid
Foto : instagram/insta_julid

Belakangan ini kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh Putra Siregar dan Rico Valentino. Keduanya melakukan kekerasan kepada seorang korban yang diketahui bernama Nur Alamsyah. 

Kejadian pengeroyokan tersebut bermula ketika Putra Siregar dan Rico Valentino sedang nongkrong disebuah kafe di kawasan Jakarta Selatan. Tiba-tiba teman perempuan dari keduanya mendatangi meja Nur Alamsyah dan kembali ke meja Putra Siregar dengan keadaan menangis.

Karena kejadian itu Rico Valentino tidak senang dan langsung mendatangi Nuralamsyah. Rico dan Putra Siregar pun langsung melakukan kekerasan kepada Nur Alamsyah.

Chandrika Chika, mantan kekasih Thariq ini disebut-sebut sebagai teman wanita Putra Siregar yang menjadi penyebab kasus pengeroyokan tersebut terjadi. Ia pun kemudian dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. 

Baru-baru ini terkuak sosok Nur Alamsyah. Ia diduga merupakan anak dari mantan Wakapolri, Syafruddin. Hal ini dibeberkan oleh salah satu akun gosip.

“Nur Alamsyah merupakan putra dari Haji Syafruddin, adalah mantan Wakapolri,” ucap akun gosip tersebut dilansir IntipSeleb pada Instagram @insta_julid.

Tanggapan Polisi

viva
Foto : viva

Usai heboh tentang identitas Nur Alamsyah, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto buka suara. Melansir VIVA, Budhi menyatakan bahwa informasi itu bukanlah dari pihak kepolisian.

“Itu informasi bukan dari kami,” kata Budhi dikutip dari VIVA.

Ia juga menegaskan bahwa akan menangani kasus tanpa melihat identitas siapa pun. Sebab, menurutnya siapa pun sama di mata hukum.

“Kami melihat bahwa semua orang mempunyai hak kalau dia menjadi korban pidana dan melaporkan, kami dari penyidik melihat semua masyarakat jadi ada dalam hukum pidana. Kami equality before the law. Jadi, kami fokus kepada bagaimana kejadiannya itu yang harus kami pikirkan. Kami melihatnya ke peristiwa itu, membuktikan peristiwa itu benar atau tidak,” sambung Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi. (rth)

Topik Terkait